Banjir landa 59 gampong di 11 kecamatan di Aceh Utara
Hujan tanpa henti sejak Sabtu (23/12) malam hingga Senin (25/12) sore ini mengakibatkan di 59 Gampong di 11 Kecamatan, Aceh Utara tergenang banjir. Banjir itu dikarenakan meluapnya air di empat Krueng (Sungai) Pirak, Krueng Pase, Krueng Keurueto dan Krueng Peto.

Elshinta.com - Hujan tanpa henti sejak Sabtu (23/12) malam hingga Senin (25/12) sore ini mengakibatkan di 59 Gampong di 11 Kecamatan, Aceh Utara tergenang banjir. Banjir itu dikarenakan meluapnya air di empat Krueng (Sungai) Pirak, Krueng Pase, Krueng Keurueto dan Krueng Peto.
Kalaksa BPBD Aceh Utara, Asnawi mengatakan air mulai masuk ke permukiman warga sejak Minggu (24/12) kemarin sekitar pukul 10.00 WIB. Adapun ketinggian air mencapai 10 centimeter hingga 120 centimeter.
Adapun banjir itu terjadi di Kecamatan Dewantara, Nisam, Pirak Timu, Lhoksukon, Tanah Luas, Langkahan, Matangkuli, Samudera dan Cot Girek.
Asnawi menyebutkan korban banjir di Dewantara terdapat ditiga desa antaranya, Gampong Tambon Baroh, Tambon Tunong dan Dusun Cot Trieng Gampong Krueng Geukuh. Bahkan mereka juga sudah mendirikan dapur umum sementara dengan swadaya warga setempat.
"Banjir itu diakibatkan luapan parik Eks Kompleks ASEAN dan kini sudah diturunkan alat berat untuk membersihkan parit tersebut," kata Asnawi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Selasa (26/12).
Berdasarkan data BPBD Aceh Utara Senin, (25/12) adapun jumlah korban banjir di Aceh Utara, antaranya, Kecamatan Dewantara terdapat 94 jiwa, Pirak Timu 4.202 jiwa,
Lhoksukon 4.406 jiwa, Tanah Luas 1.161 jiwa, Matangkuli 3.307 jiwa dan Cot Girek 563 jiwa dan Samudera 1.200 jiwa.
Jika total korban banjir sementara yang telah dilakukan pendataan sebanyak 14.933 jiwa.
Selain air masuk ke permukiman warga, kata Asnawi, banjir juga merendamkan 500 Hektar persawahan milik petani di Kecamatan Matangkuli.
"Hingga saat ini kita juga masih melakukan pendataan daerah mana terendam banjir dan jumlah warga yang mengungsi serta material rusak akibat banjir," katanya.
Asnawi meminta kepada seluruh camat serta perangkat Gampong setempat untuk terus memberikan informasi perkembangan didaerah masing-masing.
"Untuk tim bertugas untuk terus memantau kondisi banjir," pungkasnya.