Pemkab Kudus kucurkan bantuan untuk 40 PKBM
Sebanyak 748 anak di Kudus Jawa Tengah tidak melanjutkan sekolah. Hal ini berdasarkan data dari pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus.

Elshinta.com - Sebanyak 748 anak di Kudus Jawa Tengah tidak melanjutkan sekolah. Hal ini berdasarkan data dari pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus. Dimana, adanya anak tidak sekolah (ATS) ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kudus, sehingga dilakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan memberikan bantuan kepada Anak Tidak Sekolah (ATS) yang kembali sekolah pada Pendidikan Kesetaraan di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (29/12).
Penjabat Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan menyatakan di tengah keterbatasan, harus semangat untuk melanjutkan sekolah dan memperbaiki diri.
Menurutnya, sekolah di pendidikan kesetaraan tidak ada bedanya dengan sekolah biasa. Asalkan, guru pengajar terus memotivasi dan muridnya semangat untuk mengejar ketertinggalan.
Pj. Bupati meminta seluruh anak-anak harus terus melanjutkan studinya. Sehingga dapat menghadapi berbagai tantangan. Pihaknya juga berpesan agar anak-anak tetap percaya diri dan menguatkan mental. Sebab, baik Baznas, Disdikpora, dan pihaknya akan selalu mendampingi seluruh anak-anak.
"Ingat, harus selalu berupaya menjadi yang terhebat. Tidak perlu takut karena kami di sini akan menjadi orang tua yang mendampingi adek-adek semua," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Sabtu (30/12).
Pemkab juga berencana akan membuat sekolah khusus bagi anak dari keluarga tak mampu yang berprestasi. Bergas menjelaskan akan mengintegrasikan mulai dari SD, SMP, dan menyiapkan generasi masa depan yang siap kerja, kreatif dan mandiri.
Ketua Baznas Kudus Noor Badi mendukung program Pemerintah Kabupaten Kudus untuk menyelamatkan manusia dan kemanusiaan. Noor Badi mengungkapkan kolaborasi dilakukan untuk menyiapkan generasi masa depan yang andal, berilmu, dan berakhlak mulia.
"Kami ikut mendorong generasi masa depan yang berakhlak mulia dan berilmu. Semoga sekolahnya dapat diteruskan ke jenjang berikutnya," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada mengungkapkan terdapat 748 anak yang tidak melanjutkan sekolah. Setelah pendekatan persuasif, terdapat 40 anak yang akhirnya melanjutkan sekolah melalui pendidikan kesetaraan.
"Hari ini, kami menyerahkan bantuan kepada 40 anak dari 9 kecamatan," terang Harjuna.
Pihaknya menggandeng Baznas Kudus melalui Pentasyarufan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Unit Pelayanan Zakat (UPZ) Disdikpora memberikan bantuan sebesar 83, 76 juta rupiah kepada 40 penerima dan PKBM.
Terdiri dari sepatu, tas, perlengkapan alat tulis, uang saku sebesar 300 ribu rupiah, dan sepeda bagi yang mengajukan. Harjuna juga menyerahkan uang SPP selama satu semester kepada perwakilan dari Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).