Top
Begin typing your search above and press return to search.

Angkat UMKM naik kelas, Pemkab Kudus launching toko daring Gebyok Kudus 

Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah melaunching Transaksi Digital Pengadaan Barang dan Jasa Toko Daring Gebyok Kudus (Gebyar Belanja Online Kabupaten Kudus). Gebyok Kudus yang merupakan hasil kerjasama dengan platform Business to Business Mbizmarket dilaunching Penjabat Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan bersama Kepala LKPP RI, Kepala Kanwil VII KPPU, CCO Mbizmarket, dan Vice President Mbizmarket di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (28/12).

Angkat UMKM naik kelas, Pemkab Kudus launching toko daring Gebyok Kudus 
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah melaunching Transaksi Digital Pengadaan Barang dan Jasa Toko Daring Gebyok Kudus (Gebyar Belanja Online Kabupaten Kudus). Gebyok Kudus yang merupakan hasil kerjasama dengan platform Business to Business Mbizmarket dilaunching Penjabat Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan bersama Kepala LKPP RI, Kepala Kanwil VII KPPU, CCO Mbizmarket, dan Vice President Mbizmarket di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (28/12).

"Saya berharap kegiatan Launching dan Sosialisasi Toko Daring dapat meningkatkan transaksi e-purchasing melalui toko daring sekaligus upaya dalam Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), sangat apresiasi," ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Sabtu (30/12).

Dengan diresmikannya Gebyok Kudus, Pj Bupati berkeinginan produk UMKM yang ada di Kabupaten Kudus memiliki daya saing dengan produk lain, termasuk produk impor. Langkah itu sebagai upaya mengembangkan UMKM lokal yang awalnya skala kecil menjadi skala menengah, bahkan skala lebih besar lagi.

"Langkah kita selanjutnya adalah bagaimana dapat memanfaatkan toko daring ini semaksimal mungkin agar dapat mendorong sebanyak-banyaknya UMKM untuk bergabung di katalog lokal," ujar Bergas.

Keberadaan Gebyok Kudus dapat menjadi booster dalam upaya meningkatkan kualitas transparansi dan efisiensi pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah daerah dengan pelaku UMKM.

Sementara itu, Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Kudus yang sudah membuka ruang sekaligus melibatkan UMKM lokal dalam kegiatan APBD Kabupaten Kudus. Pria yang akrab disapa Hendi tersebut mengatakan bahwa ada 2 (dua) metode dalam katalog LKPP agar UMKM lokal dapat terlindungi secara sah, yakni katalog lokal dan toko daring.

"Toko daring yang dilaunching hari ini saya rasa bisa memberikan wadah bagi pelaku UMKM lokal. Semoga makin banyak yang bergabung," ungkapnya.

Dijelaskan, UMKM lokal dapat naik kelas, maka Pemkab Kudus agar selalu memberikan pelatihan bagi para pelaku UMKM, meliputi packaging, penentuan harga, kualitas, dan lainnya agar dapat terus berkembang tidak hanya di wilayah toko daring yang kapasitasnya terbatas. Namun, dapat merambah di katalog lain di tingkat nasional.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire