Top
Begin typing your search above and press return to search.

BNN Kabupaten Badung optimalkan program anti narkotika 

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, Bali, tidak hanya fokus pada pemberantasan narkotika saja, namun juga terus mengaprimalkan berbagai program terkait pencegahan sekaligus penanggulangan bahaya narkotika supaya dapat berjalan efektif dan efisien. 

BNN Kabupaten Badung optimalkan program anti narkotika 
X
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, Bali, tidak hanya fokus pada pemberantasan narkotika saja, namun juga terus mengaprimalkan berbagai program terkait pencegahan sekaligus penanggulangan bahaya narkotika supaya dapat berjalan efektif dan efisien.

BNN Kabupaten Badung juga terus mengembangkan berbagai inovasi dan terobosan baru untuk memastikan bahwa program-program tesebut berjalan dengan baik dengan tujuan untuk melindungi dan menyelamatkan masa depan generasi muda penerus bangsa dari ancaman bahaya narkotika.

Kepala BNN Kabupaten Badung, AKBP. Anak Agung Gde Mudita kepada wartawan mengatakan bahwa salah satu upaya program pencegahan peredaran narkotika adalah dengan cara membentuk sejumlah Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar).

Sebagai informasi, sebelumnya BNN Kabupaten Badung juga telah membentuk 4 Desa Bersinar. Berikutnya BNN Kabupaten Badung juga telah membentuk 2 Desa Bersinar pada Desember 2023.

“BNN Kabupaten Badung akan terus berupaya menggelorakan Desa Bersinar di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Badung (Bali),” kata Kepala BNN Kabupaten Badung (Bali) AKBP. Anak Agung Gde Mudita kepada wartawan, Rabu (27/12).

Sementara itu BNN Kabupaten Badung juga bertekad juga akan terus mengawasi dan memonitor berbagai modus operandi baru yang dilakukan para bandar hingga sindikat pengedar narkotika dengan memanfaatkan kemajuan teknoogi melalui media sosial untuk melakukan transaksi jual beli narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Selain melakukan monitoring transaksi jual belu narkotika melalui WhatsApp (WA), BNN Kabupaten Badung juga melakukan pengawasan melalui akun media atau jejaring sosial lainnya, salah satunya adalah Instagram (IG).

“Dulu ada akun @lion_dewata, yang menawarkan narkotika jeniis ganja kering, sabu, ekstasi hingga tembakau gorilla. Namun akun tersebut kini sudah dihapus oleh BNN Kabupaten Badung “ tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dulu sebelum dihapus, akun tersebut tercatat memiliki pengikut (follower) sebanyak 1.025 orang. Menurutnya, BNN Kabupaten Badung juga sempat mengejar pengendalinya (operator) sampai ke Malang, Jawa Timur.

“Dari pengungkapan kasus terakhir inilah dapat ungkap dari Instagram dan menangkap pelakunya di wilayah Badung (Bali),” sambungnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Sabtu (30/12).

Sementara itu dalam kesempatan ini, ia menjelaskan bahwa BNN Kabupaten Badung juga tetap melanjutkan program rehabilitasi khususnya bagi para pengguna atau pecandu narkotika.

Sehingga diharapkan dengan adanya program rehabilitasi yang dilakukan BNN Kabupaten Bandung tersebut maka akan dapat mengurangi jumlah pemakai atau pecandu narkotika serta diharapkan mereka akan berhenti mengkonsumsi narkoba.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire