Menko Luhut Panjaitan sebut penanganan karyawan PT ITSS telah dilakukan dengan baik
Menko Luhut Panjaitan sebut penanganan karyawan PT ITSS telah dilakukan dengan baik.

Elshinta.com - Dandim 1311 Morowali Letkol TNI Alzaki bersama Bupati Morowali, A Rachmansyah Ismael dan Kapolres AKBP Suprianto, serta semua pihak terkait lainnya telah menunjukkan kerjasama yang sangat baik dalam penanganan insiden karyawan di PT ITSS pada Minggu (24/12/2023).
Penanganan karyawan PT ITSS yang mengalami kecelakaan oleh semua pihak itu, mendapat pengakuan positif dari Menko Marves, Jend (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan ketika menggelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kepala Staf Umum TNI, Kapolda Sulawesi Tengah, Badan Pemelihara Keamanan Polri, serta Forkopimda, terutama Bupati dan Dandim 1311 Morowali.
Menurut Menko Luhut, koordinasi dan kerjasama yang baik telah dilaksanakan dalam berbagai hal terutama dalam penanganan karyawan PT. ITSS yang mengalami kecelakaan tersebut.
“Mulai dari penanganan awal korban, perlakuan terhadap korban serta pemberian santunan kepada korban. Disamping itu investigasi terus dilakukan sebagai bentuk evaluasi guna meningkatkan implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan PT.ITSS,” kata Menko Luhut Panjaitan, Sabtu (30/12/2023).
Dikatakan Luhut, bahwa perusahaan telah memberikan bantuan hingga sebesar Rp600 juta kepada keluarga korban yang meninggal dunia, di samping santunan dari BPJS. Disisi lain, Pemerintah Provinsi Sulteng juga memberikan bantuan sebesar Rp223.358.502.
“Santunan ini mencakup jaminan atas meninggal dunia dan hari tua. Selain itu, para korban meninggal juga mendapatkan jaminan pensiun yang nilainya sebesar Rp4.600.800 per tahun,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Minggu (31/12).
Sementara itu, Pemda Morowali sendiri telah merencanakan pemberian bantuan sebagai bentuk perhatian dan doa terhadap korban. Menurut laporan terbaru, insiden tersebut telah menelan korban sebanyak 19 orang meninggal terdiri dari 11 orang tenaga kerja Indonesia dan 8 orang tenaga kerja asing, dan 29 orang mengalami luka berat, dan 11 orang mengalami luka ringan.
Saat ini, penanganan korban yang masih dalam perawatan sudah berjalan dengan baik, termasuk evakuasi korban yang dirawat di Makassar dan Jakarta, yang telah dikawal oleh Tim Kemenko Marves bersama Dandim 1311, Bupati, dan Kapolres Morowali.