Musim penghujan, KAI Daop 6 Yogyakarta petakan daerah rawan
Perjalanan kereta api seringkali terganggu akibat dampak cuaca pada saat musim hujan. Seperti longsor, banjir, angin kencang dan lain sebagainya. Sebagai langkah antisipasi dampak di musim penghujan tersebut, PT KAI Daop 6 Yogyakarta telah menetapkan sejumlah daerah rawan.

Elshinta.com - Perjalanan kereta api seringkali terganggu akibat dampak cuaca pada saat musim hujan. Seperti longsor, banjir, angin kencang dan lain sebagainya. Sebagai langkah antisipasi dampak di musim penghujan tersebut, PT KAI Daop 6 Yogyakarta telah menetapkan sejumlah daerah rawan.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Krisbyantoro mengatakan bahwa jalur-jalur kategori banjir dan amblesan disekitar geopark Sumber Lawang hingga Kaliyoso sudah dipetakan dan ada penanganan khusus. Bahkan jalur-jalur dengan penanganan khusus seperti ini sudah dilakukan sejak adanya posko Nataru.
"Untuk jalur-jalur kategori banjir dan amblesan sudah kami petakan. Antisipasi yang dilakukan di Daop 6 dengan membuat drainase atau aliran-aliran air di kanan kiri track agar berjalan lancar ke sungai, " ujar Krisbyantoro seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Senin (8/1).
Untuk mengetahui kondisi cuaca PT KAI Daop 6 juga bekerjasama dengan BMKG sehingga selalu memperoleh informasi cuaca atau iklim terkini. Dengan mendapatkan informasi cuaca secara cepat maka kereta api yang akan melintas harus siap siaga untuk mengantisipasinya.
"Dengan informasi dari BMKG kami Daop 6 terutama yang unit lintas untuk operasional selalu lebih siaga untuk menghadapi cuaca yang dimungkinkan terjadi kedepanya, " imbuhnya.
Menurutnya, jika kondisi hujan terus-menerus selama kurang lebih 2 jam maka petugas wajib melakukan pemeriksaan dilokasi titik-titik aliran dan yang kategori labil. Apabila ditemukan kejanggalan maka perjalanan kereta api yang melintas di lokasi tersebut dibatasi kecepatanya.
"Kecepatanya dibatasi seperti berjalan kaki atau 5 Km/ jam, itu tahap untuk penyelamatan di jalur kereta api," jelasnya.
Sementara itu, terkait dengan peristiwa kecelakaan kereta api Turangga yang bertabrakan dengan KA Commuteline di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka, perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta sudah kembali normal. Akibat kecelakaan tersebut di Daop 6 tercatat sebanyak 466 penumpang yang mengembalikan tiket.
Peristiwa nahas tersebut diharapkan tidak terulang lagi di seluruh jalur kereta api. Menurutnya, di Daop 6 terdapat perbedaan yang signifikan dimana di wilayah Daop 6 semua sudah doble track sehingga akan lebih aman.
"Daop 6 itu semua sudah doble track sehingga unsur safety lebih terjaga karena kereta api mempunyai jalur masing-masing," pungkasnya.