Top
Begin typing your search above and press return to search.

Ketua TKD Prabowo Gibran DIY prihatin debat capres hina personal 

Debat calon Presiden (capres) ketiga yang berlangsung Minggu (7/1) lalu berlangsung panas. Debat yang membahas masalah kebijakan pertanahan negara tersebut dinilai lebih banyak menyerang secara personal.

Ketua TKD Prabowo Gibran DIY prihatin debat capres hina personal 
X
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Debat calon Presiden (capres) ketiga yang berlangsung Minggu (7/1) lalu berlangsung panas. Debat yang membahas masalah kebijakan pertanahan negara tersebut dinilai lebih banyak menyerang secara personal.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Gandung Pardiman menyatakan prihatin dengan debat capres kemarin. Sebab didominasi upaya menjatuhkan capres nomor urut 2 oleh dua capres lainnya dan tidak muncul debat adu gagasan dan visi misi serta kebijakan.

"Yang muncul justru upaya menjelek-jelekkan, menjatuhkan bahkan terlalu menghina," ujar Gandung Pardiman, Selasa (9/1).

Ia mencontohkan saat sesie bertanya pada capres no.3 pertanyaan Capres no 1 tidak mengorek visi misi dari Ganjar tetapi justru menanyakan nilai kinerja Menhan.

"Ganjar jawab 5, terus Anies menjawab ketinggian dan mengatakan 11 dari 100. Ini kan berarti 1,1 lalu apa hubungan inti pertanyaan dengan tema debat tersebut," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.

Menurutnya, dalam debat tersebut terlihat sekali kebenciannya terhadap capres no 2 Prabowo Subianto dan terlalu tendensius sehingga terkesan terlalu menghina. Seorang calon pemimpin bangsa dan negara atau presiden yang menempuh segala cara dan mengesampaingkan etika dan norma seperti ini akan berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Jika jadi presiden RI ini sangat berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," tegas Gandung.

Menurut anggota DPR RI ini, dalam debat saling serang itu diperbolehkan namun saling serang dalam hal gagasan, visi dan kebijakan. Bukan saling serang secara personal untuk menjatuhkan lawan bahkan sampai menghina.

"Bagi saya debat capres kemarin memprihatinkan dan tidak edukatif karena banyak serangan yang bersifat personal. Tidak nampak substansi dari visinya, yang mendominasi justru saling menyerang. Tapi kalau sudah menyerang personal, pribadi yang tidak ada hubungan dengan konteks debat tentang hubungan internasional, mengenai geopolitik, pertahanan dan keamanan, ini jelas tidak mendidik," tambahnya.

Gandung Pardiman juga menilai wajar atas sikap Prabowo yang tidak jabat tangan diakhir acara. Karena seharusnya Anies bercermin diri bagaimana Prabowo membantu Anies saat mau jadi gubernur DKI. Perjuangan Prabowo agar Anies menjadi Gubernur DKI sangat besar. Anies juga pernah menyatakan jika Prabowo maju sebagai capres maka Anies tidak akan maju.

"Namun kenyataannya jauh dari apa yang diucapkan dulu," terangnya.

Gandung Pardiman menyatakan seorang mantan jenderal kopasus, menteri pertahanan RI saja tidak dihormati oleh Anies dan Ganjar hanya karena beliau kompetitor.

"Apalagi rakyat kecil yang nanti suatu saat berbeda pandangan dengan mereka, habis kami diinjak-injak," pungkasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire