PMI Majalengka segera terima bantuan alat RC dari provinsi
Sarana dan prasarana PMI Kabupaten Majalengka dinilai jauh dari ideal. Di sisi lain, kebutuhan labu darah yang 'harus' dipenuhi PMI di angka 2.000 kantong per bulan.

Elshinta.com - Sarana dan prasarana PMI Kabupaten Majalengka dinilai jauh dari ideal. Di sisi lain, kebutuhan labu darah yang 'harus' dipenuhi PMI di angka 2.000 kantong per bulan.
Kondisi tersebut terungkap saat Pj Bupati Dedi Supandi melakukan kunjungan ke PMI pada Rabu (10/1). Salah satu yang jadi sorotan yakni alat pemilah darah.
"Kita harus mengusahakan alat, RC (Refrigerated Centrifuge) namanya. Itu secara masa penggunaan sebetulnya sudah melampaui batas tahun ya. (Alat) Ini menjadi pemilah dari darah pendonor ke dalam bentuk komponen," kata Dedi seusai melakukan kunjungan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Kamis (11/1).
Dijelaskan Dedi, jika beli, harga alat tersebut terbilang lumayan tinggi. Beruntung, Majalengka masuk sebagai daerah penerima bantuan RC dari Provinsi.
"Harganya memang luar biasa mahal. Insyaallah dari PMI pusat, Jawa Barat satu-satunya diberi alat itu. Dan dari Jawa Barat diberikan kepada Majalengka," kata Dedi.
Mengingat keberadaan RC di PMI cukup penting, diharapkan bantuan tersebut bisa segera diterima dalam waktu dekat.
"Saya perintahkan ke ketua PMI untuk menjemput. Besok, dari (PMI) pusat ada acara ke Sumedang dulu. Mudah-mudahan setelah besok lah, mudah-mudahan segera," kata dia.
Dari kunjungan itu, kata dia, PMI Majalengka juga diketahui belum terakreditasi. Salah satu pemicunya, kata Dedi, lantaran kondisi sarana yang dinilai belum memenuhi syarat.
"Melihat sarana, ternyata PMI kita belum terakreditasi. Salah satu pendukungnya adalah sarana," papar dia.
Untuk mengejar akreditasi, lanjut Pj, dibutuhkan adanya pembenahan. Salah satu opsi yang akan dilakukan adalah membangun kantor PMI baru.
"Ada beberapa rencana yang akan kami lakukan. Pembangunan, apakah kita lakukan revitalisasi ataupun pindah ke tempat yang lebih layak," jelas dia.
Terkait dukungan pemerintah, Pj menyebutkan pada 2023 kemarin tidak ada bantuan yang diterima PMI. "Yang lainnya, kaitan dengan dukungan pemerintah. Ternyata 2023 kemarin tidak ada dukungan sama sekali, dari hibah," jelas dia.
"(Hibah) tahun ini ya Rp200 juta. Kami akan coba evaluasi. Iya, minim. Karena kebutuhan Bank Darah di Majalengka untuk melayani lima rumah sakit. Kalau ditambah satu lagi RS Talaga, itu akan melayani enam RS," lanjut Dedi.
Di sisi lain, untuk memenuhi kebutuhan terhadap darah, dibutuhkan sekitar 2000 labu darah per bulan. Akan tetapi, labu darah yang tersedia di PMI Majalengka masih di bawah angka ideal itu.
"Kebutuhannya, itu harus ada sekitar 2000 labu per bulan. Yang hari ini baru tercapai sekitar 1300," jelas dia.
Dari sisi pendonor, kata Dedi, sejatinya ada ruang yang dinilai bisa menambah jumlah labu darah itu. Namun, sarana dan prasarana yang ada saat ini dinilai kurang mendukung.
"Tadi, saya (ngobrol) dengan Pak Dandim. Teman-teman dari TNI sebetulnya, pendonornya siap. Alat dan yang lainnya harus kita siapkan, dan sarananya juga. Makanya untuk mendorong percepatan layanan rumah sakit, kita juga harus menyiapkan PMI yang lebih maksimal, ke depannya," tandas Dedi.