Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kasus pembunuhan dan mutilasi, Kasatreskrim sebut tubuh korban dicacah 9 bagian

Teka-teki hilangnya Andrian Pranowo warga Jalan Prapen Indah, Kelurahan Panjangjiwo, Kecamatan Tenggilis, Mejoyo, Surabaya, Jawa Timur yang dilaporkan hilang pada 14 Oktober 2023 lalu dan dilaporkan ke Polda Jawa Timur terungkap.

Kasus pembunuhan dan mutilasi, Kasatreskrim sebut tubuh korban dicacah 9 bagian
X
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Teka-teki hilangnya Andrian Pranowo warga Jalan Prapen Indah, Kelurahan Panjangjiwo, Kecamatan Tenggilis, Mejoyo, Surabaya, Jawa Timur yang dilaporkan hilang pada 14 Oktober 2023 lalu dan dilaporkan ke Polda Jawa Timur terungkap. Pengusaha cafe tersebut dihabisi Abdul Rahman Ariyanto (39) warga Jl Danau Maninjau, Perum Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

“Korban dihabisi setelah terjadi cekcok dan pemukulan baik yang dilakukan pelaku maupun korban hingga akhirnya pelaku mengambil senjata tajam clurit dibawah wastafel rumah yang konon dijadikan tempat usaha pijat di Jalan Sawojajar Gang 13 A,” kata Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto didampingi Kasi Humas Ipda Yudi Risdiyanto saat menggelar press rillis di Mapolresta Malang Kamis (11/1).

Karena emosi dipukul korban hingga hidungnya berdarah, pelaku menyabetkan clurit sebanyak dua kali mengenai leher hingga korban terkapar dan meninggal di lokasi.

“Setelah menghabisi korban pelaku pulang ke rumahnya di Jalan Danau Maninjau 4, Sawojajar dan pada istrinya ia mengaku menghabisi korban. Tentu saja pengakuan ini menyebabkan istrinya syok apalagi pelaku mengatakan pada istrinya kalau itu tanggung-jawabnya,” imbuh Danang seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris.

Lantas bagaimana pelaku memutilasi korban?, Menurut Danang, pelaku ke pasar besar dan di sana ia membeli pisau yang selanjutnya pelaku memutilasi korban menjadi 9 potongan tubuh. Dan guna menghilangkan bukti potongan tubuh korban sebagian ditanam dan sebagian dibuang ke Sungai Bango.

"Yang ditanam itu kepala, telapak tangan dan kaki, sementara bagian tubuh lainnya di buang ke sungai,” jelas Danang.

Selain itu, pelaku juga sempat menghancurkan handphone dan laptop milik korban dan membuangnya ke TPS di Sulfat sedangkan mobil korban dibiarkan di sekitar TKP.

“Kalau ditanya perkenalan antara pelaku dengan korban, bermula dari salah satu aplikasi sosmed saat itu pelaku mengaku sebagai tukang pijat dan sekaligus mengaku “orang pintar”. Rupanya menarik korban dan menghubungi pelaku bertemu dari pertemuan itu korban meminta pelaku untuk menguna-gunai pacar korban hanya saja pelaku minta syarat uang namun setelah dibayar ternyata guna-guna pelaku tidak mujarab dan terjadilan cek-cok hingga berujung pembunuhan,” tandasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire