93 ribu anak di Kudus jadi sasaran PIN Polio
Indonesia ditetapkan sebagai negara bebas Polio pada tahun 2014 silam, namun ancaman virus tersebut masih nyata terjadi. Untuk itu, Kementerian Kesehatan RI merespon cepat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melaksanakan Pencanangan Sub PIN Polio serentak.

Elshinta.com - Indonesia ditetapkan sebagai negara bebas Polio pada tahun 2014 silam, namun ancaman virus tersebut masih nyata terjadi. Untuk itu, Kementerian Kesehatan RI merespon cepat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melaksanakan Pencanangan Sub PIN Polio serentak.
Pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kabupaten Kudus sendiri dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Kudus M. Hasan Chabibie, di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus, Senin (15/1).
"Alhamdulillah, Pemkab Kudus hari ini telah melakukan Pencanangan Sub PIN Polio bagi anak usia 0-7 tahun dengan menyasar sebanyak 93.781 anak di Kabupaten Kudus," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.
Imunisasi polio menjadi ikhtiar pemerintah untuk menyelamatkan generasi emas Indonesia dari virus Polio yang sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen, bahkan sampai pada kematian. Untuk itu, Pj. Bupati Hasan berharap capaian imunisasi Polio di Kabupaten Kudus dapat terlampaui.
Pj bupati meminta pada seluruh petugas kesehatan yang ada di Kabupaten Kudus, mulai dari RSUD, Puskesmas, Posyandu, Polindes, Pustu, dan pos pelayanan imunisasi lainnya agar dapat melaksanakan program ini secara baik dengan membangun sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak terkait.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dr. Andini Aridewi menyebut latar belakang diselenggarakannya Pencanangan Sub PIN Polio adalah untuk mencegah terjadinya kasus Acute Flaccid Paralysis (AFP) atau lumpuh layu yang positif terkonfirmasi Polio VDPV2.
"Di Kota Klaten dan Kabupaten Pamekasan masyarakatnya sebagian sudah terkonfirmasi virus ini. Sementara di Kabupaten Bangkalan sampel lingkungannya yang terkonfirmasi," sebutnya.
Untuk itu, Pencanangan Sub PIN Polio di Kabupaten Kudus dilakukan dengan tujuan mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya untuk memberikan kekebalan tubuh pada anak usia Usai 0-7 tahun terhadap virus Polio, untuk mencegah agar kejadian luar biasa Polio tidak semakin meluas, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kekebalan komunitas dengan harapan target cakupan sekurangnya 95 persen untuk masih-masing tahapan dan putaran dapat terwujud, serta untuk mewujudkan eradikasi atau dunia bebas polio tahun 2026.
"Sasaran Sub PIN Polio anak yang ada di Kabupaten Kudus mulai usia 0-7 tahun 11 bulan 29 hari Kudus sejumlah 93.781 anak. Rinciannya meliputi, usia 0-59 bulan sebanyak 46.013 anak, usia 5-kurang dari 7 tahun sebanyak 30.222, dan usia 7 tahun sebanyak 582 anak," terangnya.
Pihaknya menambahkan, jenis vaksin yang diberikan adalah Novel Oral Poliomyelitis Vaccine (nOPV2) dalam dosis 2 tetes per anak. Ditambahkannya, Dinas Kesehatan juga telah mempersiapkan untuk kasus immunodeficiency dengan memberikan vaksin IPV.
"Waktu pelaksanaan terbagi 2 putaran dengan jarak waktu 1 bulan, yakni putaran I dilaksanakan tanggal 15-21 Januari 2024 dan putaran II dilaksanakan tanggal 19-25 Februari 2024. Sementara tempat pelaksanaan ada di Puskesmas, Posyandu, dan di sekolah," paparnya.