Bulan Januari, UB kukuhkan empat profesor
Di bulan Januari 2024 Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan empat profesor.

Elshinta.com - Di bulan Januari 2024 Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan empat profesor. Empat orang profesor tersebut masing-masing Prof. Andriani Kusumawati, S.Sos., M.Si., DBA sebagai Profesor aktif ke 13 di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) dan ke 202 di UB, serta Profesor ke 363 dari seluruh Profesor yang dihasilkan UB. Kedua, Prof. Dr. Agustin Krisna Wardani, S.T.P., M.Si sebagai Profesor aktif ke 26 di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) dan ke 203 di UB, serta menjadi Profesor ke 364 dari seluruh Profesor yang dihasilkan UB. Ketiga, Prof. Dr. Ir. Endah Rahayu Lestari, M.S sebagai Profesor aktif ke 27 di FTP dan ke 204 di UB, serta menjadi Profesor ke 365 dari seluruh Profesor yang dihasilkan UB. Keempat, Prof. Dr. Sucipto, S.T.P., M.P sebagai Profesor aktif ke 25 di FTP dan ke 205 di UB, serta Profesor ke 366 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan UB.
Prof. Andriani Kusumawati, S.Sos., M.Si dalam pidato ilmiahnya bertema “ Food Selfie-posting Citizenship Behavior untuk mempromosikan city branding melalui wisata gastronomi di era digital “.
Profesor dalam bidang Ilmu Pemasaran pada Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) memaparkan menyebut gastronomi adalah proposisi nilai untuk menarik wisatawan. “Oleh karena itu, peran ekstra dan sukarela dari konsumen dengan budaya food selfie-posting perlu dimanfaatkan ke arah yang positif untuk mempromosikan dan memposisikan diri sebagai bagian dari city branding. Hal ini dilakukan dengan menunjukkan value dan experience dari makanan serta masakan populer yang dimiliki, yang merupakan bagian dari identitas budaya.” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Selasa (16/1).
Model ini nantinya akan membantu pihak-pihak yang terlibat dalam memasarkan pariwisata dan mem-branding kotanya dengan menonjolkan sisi unik destinasinya melalui gastronomi yang disajikan untuk menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, ringkasnya .
Prof. Dr. Agustin Krisna Wardani, S.T.P., M.Si.
Menyampaikan konsep Teknologi BioSIFAG yaitu Teknologi Biopreservasi Berbasis Bakteriosin dan Bakteriofag.
“Teknologi BioSIFAG merupakan teknologi pengawetan pangan modern yang memanfaatkan bakteriosin (bacterial peptide) dan bakteriofag (bacterial virus) untuk menghambat bakteri patogen. Kebaruan dari teknologi ini adalah menggunakan agen biologi berupa protein dan virus dalam menghambat bakteri patogen,” ujar Profesor bidang Mikrobiologi dan Bioteknologi Pangan pada Fakultas Teknologi Pertanian.
Teknologi BioSIFAG merupakan teknologi pengawetan pangan modern yang memanfaatkan bakteriosin (bacterial peptide) dan bakteriofag (bacterial virus) untuk menghambat bakteri patogen. "Kebaruan dari teknologi ini adalah menggunakan agen biologi berupa protein dan virus dalam menghambat bakteri patogen," ucapnya.
“Hanya saja guna memadukan keduanya perlu pendekatan hurdle technology dan bioengineering dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas aplikasi BioSIFAG.Konsep hurdle technology yaitu penggunaan kombinasi bakteriosin dan bakteriofag secara bersama-sama untuk menghambat bakteri patogen. Alternatif lain dengan bioengineering melalui rekayasa genetika, synthetic biology, delivery system ataupun directed evolution,” jelasnya.
Prof. Dr. Ir. Endah Rahayu Lestari, M.S “dalam konsep pengukuhannya bertema Integrated Greener Strategy Model untuk Mencapai Kinerja Berkelanjutan dengan Inovasi Hijau”.
Profesor dalam bidang Manajemen Industri Pertanian pada Fakultas Teknologi Pertanian tersebut menyebut banyak peneliti telah mengkaji faktor-faktor yang melatarbelakangi inovasi ramah lingkungan beserta dampaknya terhadap kinerja perusahaan. Namun, studi-studi sebelumnya umumnya masih terfragmentasi sehingga sulit untuk dipahami secara utuh.
"Misalnya, hanya membahas bagaimana pengaruh kesadaran pelanggan terhadap permintaan produk hijau, kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, kepatuhan terhadap regulasi pemerintah, masalah etika, tekanan pemangku kepentingan, dan ketersediaan teknologi," jelasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Sucipto, S.T.P., M.P dikukuhkan sebagai Profesor dalam bidang Ilmu Sistem Mutu dan Halal pada Fakultas Teknologi Pertanian. Ia mengembangkan Halalan-Thoyyiban Assurance System (HTAS) yang mengintegrasikan jaminan halal, aman, dan kualitas berbasis aspek teknologi dan manajemen, didukung infrastruktur mutu nasional.
Konsep HTAS semestinya diterapkan pada level produsen pangan untuk menjamin produknya dikategorikan sebagai produk halal. Pada level produsen konsep ini memunculkan dua fungsi yakni, Pertama, Fungsi teknologi untuk identifikasi, mengontrol status halal, aman, dan kualitas pangan sepanjang rantai pasok dan melaporkan ke sistem secara transparan, cepat, akurat. Kedua, Fungsi manajerial perlu desain, pegendaliaan, dan peningkatan jaminan halal, aman, dan kualitas pangan didukung kebijakan dan strategi manajerial dari pucuk pimpinan organisasi.