Legislator minta masyarakat wujudkan pemilu yang bermartabat dan berbudaya
Budaya demokrasi masyarakat Yogyakarta sejatinya sudah kuat mengakar dalam praktek memilih pemimpin tanpa politik uang.

Elshinta.com - Budaya demokrasi masyarakat Yogyakarta sejatinya sudah kuat mengakar dalam praktek memilih pemimpin tanpa politik uang.
Salah satu indikatornya adalah praktek demokrasi langsung dalam memilih Ketua RT, RW maupun ketua pengurus kampung.
"Praktek demokrasi tanpa politik uang, tak ada hoax juga taat aturan sesuai kesepakatan sudah dilakukan oleh masyarakat dalam pemilihan RT, RW maupun kampung, itulah wujud pemilihan umum bermartabat dan berbudaya," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY.
Memasuki masa kampanye menuju Pemilihan Umum serentak Februari 2024 seluruh elemen masyarakat diharapkan bersama-sama wujudkan pemilu yang jurdil bermartabat dan berbudaya.
"Mari Jaga Jogja Istimewa sekalian jaga Indonesia. Satlinmas dan Jaga Warga bisa berperan dorong pemilu jurdil, tanpa politik uang dan daftar pemilih yang akurat," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Kamis (18/1).
Langkah menjaga Indonesia bermakna jaga keutuhan NKRI dengan menghikmati lagi bagaimana sejarah pahlawan bangsa.
Memaknai Pemilu 2024 harus dengan kesadaran jaga Indonesia, pemahaman sejarah terkait keistimewaan DIY. Praktik nyata berdemokrasi masyarakat Yogyakarta
"Praktek berdemokrasi sudah dijalankan rakyat Yogyakarta, teladan baik pemilu bermartabat berbudaya sudah dicontohkan RT, RW dan pemilihan ketua pengurus kampung. Model pemilihan yang ini Inspiratif, bisa menjadi teladan bagi pelaksanaan Pemilu 2024 yang akan datang. Kita bersama masyarakat memiliki komitmen kuat untuk cegah dan lawan segala bentuk kecurangan dalam Pemilu 2024," pungkasnya.