Rabu, 26 September 2018 | 04:57 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

500 rumah terendam banjir

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Antara
Ilustrasi. Foto: Antara
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menyebutkan sekitar 500 rumah warga daerah itu terendam banjir akibat hujan lebat yang melanda daerah itu dari Sabtu (7/11) malam hingga Minggu dini hari.</p><p>Kepala BPBD Solok Selatan Editorial di Padang Aro, Minggu (8/11), menyebutkan rumah warga yang terendam banjir berada di Kampung Palak, Kampung Terendam, dan Lawe Kecamatan Sungai Pagu.</p><p>"Banjir di Kampung Palak dan Kampung Terendam akibat luapan Sungai Batang Suliti. Banjir mulai terjadi sekitar pukul 11.00 WIB dan mulai susut sekitar jam 02.00 WIB. Saat ini sudah kering," katanya.</p><p>Ia menambahkan, BPBD sempat mengungsikan warga di kedua jorong (Dusun) Kampung Palak dan Kampung Terendam tersebut.</p><p>Sementara banjir di Lawe, sebutnya, akibat meluapnya Sungai Batang Lawe.</p><p>"Dari banjir itu, sekitar 1.500 jiwa terdampak langsung. Masyarakat kini sedang membersihkan rumahnya dari lumpur," katanya.</p><p>Selain menyebabkan banjir, katanya, kuatnya arus juga menyebabkan beberapa tebing sungi longsor seperti di Batang Lawe, Sipotu dan Batang Lolo. "Ada sekitar 10 titik tebing sungai longsor. Total panjang mencapai 200 meter," katanya.</p><p>Jalan sepanjang lebih kurang 20 meter di Mudiak Lawe, katanya, juga putus akibat dikikis arus Sungai Batang Lawe. "Akibatnya kendaraan roda empat tidak bisa lewat jalan itu," katanya.</p><p>Luapan dari anak-anak sungai tersebut, imbuhnya, juga merendam persawahan masyarakat, seperti di daerah Rawang dan Batang Labuah. "Luas sawah yang terendam belum kami hitung," katanya.</p><p>Ia menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini dan diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah.</p><p>Salah seorang warga di Mudiak Lawe, Sumarto, menyebutkan dibutuhkan masyarakat yang terdampak langsung oleh banjir tersebut adalah makanan. "Dapur kami tidak bisa untuk masak karena terendam air dan lumpur," katanya.</p><p>Ia menyebutkan, air meluap dan menggenangi rumah-rumah warga di Mudiak Lawe mulai jam 8.00 WIB. "Bukan hanya air, tapi juga lumpur yang masuk ke dalam rumah," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 25 September 2018 - 22:27 WIB

Pembangunan infrastruktur dorong pengembangan pariwisata Indonesia

Megapolitan | 25 September 2018 - 22:17 WIB

Kemnaker gagalkan pengiriman 20 pekerja migran Indonesia ilegal

Aktual Sepakbola | 25 September 2018 - 21:39 WIB

Timnas U-19 Indonesia menyerah dari China 0-3

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 21:29 WIB

Wapres hadiri pembukaan Sidang Umum ke-73 PBB

Politik | 25 September 2018 - 21:14 WIB

TKN Jokowi-Ma'ruf: Presiden komitmen tidak langgar PKPU

Aktual Olahraga | 25 September 2018 - 20:56 WIB

Indonesia incar dua medali emas tenis meja Asian Para Games 2018

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com