25 Januari 2006: Sudharmono, jejak kepemimpinan yang stabil dalam sejarah Indonesia
Elshinta.com, Indonesia, sebagai negara dengan sejarah panjang perjuangan kemerdekaan, telah melahirkan banyak pemimpin yang berdedikasi untuk memajukan bangsa. Salah satu figur yang patut diingat dalam sejarah kepemimpinan Indonesia adalah Sudharmono, seorang tokoh yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Elshinta.com - Indonesia, sebagai negara dengan sejarah panjang perjuangan kemerdekaan, telah melahirkan banyak pemimpin yang berdedikasi untuk memajukan bangsa. Salah satu figur yang patut diingat dalam sejarah kepemimpinan Indonesia adalah Sudharmono, seorang tokoh yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
Sudharmono lahir pada tanggal 12 Maret 1927, di Cerme, Gresik pada tanggal 12 Maret 1927. Soedharmono baru saja menyelesaikan sekolah menengah pertama ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya dari Belanda pada tahun 1945.
Setelah memutuskan untuk berhenti dari pendidikan lanjutan, Sudharmono turut membantu mengumpulkan senjata dari tentara Jepang dalam persiapan pembentukan Tentara Nasional Indonesia. Hasilnya, ia menjadi Panglima Divisi Ronggolawe, posisi yang terus dipegangnya selama Perang Kemerdekaan Indonesia melawan pasukan Belanda yang kembali menyerang Indonesia.
Pada tahun 1980, Sudharmono telah membuktikan kesetiaannya kepada Soeharto dan juga menunjukkan bahwa ia tidak memiliki suatu ambisi. Pada Munas Golkar III (1983), dengan dukungan Soeharto, Sudharmono terpilih sebagai Ketua Golkar.
Sebagai Ketua, Sudharmono banyak melakukan inspeksi keliling cabang Golkar di daerah. Sudharmono juga menggerakan anggota Golkar untuk mendapatkan lebih banyak pemilih Golkar, hasilnya suara Golkar meningkat dari 64% menjadi 72% pada Pemilu 1987.
Sebagai Wakil Presiden, Sudharmono dikenal sebagai sosok yang stabil dan cerdas. Ia memiliki kemampuan dalam merangkul berbagai elemen masyarakat dan partai politik, menciptakan harmoni dalam tatanan politik Indonesia pada masa itu. Kecerdasannya dalam merumuskan kebijakan dan mengelola isu-isu politik membuatnya dihormati oleh rekan-rekan sejawatnya.
Selama menjabat sebagai Wakil Presiden, Sudharmono ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional. Pemerintahannya diwarnai dengan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik. Meskipun masa kepemimpinannya tidak terlepas dari berbagai kritik dan kontroversi, Sudharmono tetap diingat sebagai tokoh yang berusaha memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
Setelah masa jabatannya sebagai Wakil Presiden berakhir pada tahun 1993, Sudharmono memilih untuk purna tugas dari dunia politik aktif. Meski demikian, warisannya tetap melekat dalam sejarah politik Indonesia. Ia meninggal dunia pada tanggal 25 Januari 2006, namun kontribusinya terhadap pembangunan dan kestabilan negara tetap diingat oleh generasi penerus.
Baca juga Wafatnya Wakil Presiden Indonesia kelima, Sudharmono