Ganti kertas suara, pelantikan KPPS dibarengi penanaman pohon
Mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang berlangsung pada tanggal 14 Februari 2024, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dilantik secara serentak se-Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Kamis (25/1) di setiap desa.Salah satunya di Desa Banyuanyar kecamatan Ampel Boyolali.

Elshinta.com - Mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang berlangsung pada tanggal 14 Februari 2024, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dilantik secara serentak se-Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Kamis (25/1) di setiap desa.Salah satunya di Desa Banyuanyar kecamatan Ampel Boyolali.
Ketua KPU Kabupaten Boyolali, Maya Yudayanti mengatakan, pelantikan KPPS dilaksanakan serentak hari ini dengan waktu yang berbeda, karena keterbatasan petugas dan dilakukan secara luring. Namun jika ada anggota KPPS yang berhalangan, dapat mengikutinya secara daring.
Sesuai data KPU, jumlah total KPPS yang dilantik pada hari ini sebanyak 23.863 orang yang akan bertugas di 3.409 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Maya menambahkan, selain pelantikan KPPS, KPU juga lakukan penanaman pohon sebanyak jumlah KPPS yang ada dan untuk lokasinya ditentukan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) masing-masing desa.
"Jadikan dalam Pemilu 2024 ini ada surat suara, ada formulir, dan bahannya dari kertas dan bahan kertas adalah pohon. Ada jutaan pohon yang ditebang untuk kebutuhan Pemilu ini, jadi itu simbolik penggantian dari kertas yang kita gunakan." Kata Maya Yudianti seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ampel, Sriyono mengatakan, usai dilantik, seluruh KPPS berlanjut mengikuti bimbingan teknis (bintek) secara serentak yang akan dilaksanakan Sabtu dan Minggu (27-28/1/2024) di setiap desa. Bintek dilakukan selama 6-7 jam per hari dengan materi dari KPU RI tentang pra pemilihan hingga penghitungan hasil dan penggunaan aplikasi SIREKAP.
"Semua dilakukan secara luring, yang tidak bisa hadir secara luring akan kita laksanakan kembali bintek di tingkat PPK," ujarnya.