Densus 88 Anti Teror Mabes Polri sita busur dan anak panah dari rumah terduga N
Seorang Warga Dusun Plumbon Wetan Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah berinial N diamankan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

Elshinta.com - Seorang Warga Dusun Plumbon Wetan Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah berinial N diamankan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. N diduga terlibat dengan jaringan terorisme dan diamankan sekitar subuh, Kamis (25/1). Kabar penangkapan juga membuat kaget warga sekitar lantaran yang bersangkutan dinilai tidak memiliki gelagat mencurigakan.
Kepala Dusun Plumbon Wetan, Dwi Marwiyanto mengatakan, pihaknya selaku kepala dusun diminta menjadi saksi dalam penggeledahan yang dilakukan Tim Densus 88 dirumah terduga N. "Bahwasanya saya diminta menjadi saksi dalam penggeledahan rumah N yang diduga terlibat jaringan teroris, tapi saya tidak tahu detail jaringan apa," kata Kadus.
Dia menyebutkan, petugas menemukan serta menyita sejumlah barang bukti diantaranya buku, telepon genggam dan juga busur panah lengkap dengan anak panah dari dalam rumah terduga. "Ada sekitar empat anak panah yang disita," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Kamis (25/1).
Dwi Marwiyanto mengaku hanya diinformasikan bahwa N terlibat jaringan terorisme, tetapi tidak secara detail masuk jaringan mana. Kepolisian meminta sejumlah saksi dalam penggeledahan melalui petugas Babinsa setempat. Menginformasikan bahwa yang bersangkutan terduga sudah diamankan sebelumnya. Warga juga hanya mengetahui keseharian N sebagai petani dan pedangan susu kedelai di sekitar desa.
Selain N, dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, ada empat terduga lain yang diamankan hari ini di Sukoharjo. Yakni S warga Desa Godok Kecamatan Polokarto. M warga Desa Pondok Kecamatan Grogol, P waega Desa Pondok Nguter dan SS warga Desa Palur Kecamatan Polokarto. Sehingga total lima orang terduga teroris diamankan Tim Densus 88 dari Kabupaten Sukoharjo.