Survei SDI ungkap elektabilitas Prabowo-Gibran 45,7 persen
Elektabilitas pasangan Calon Presiden - Calon Wakil Presiden, Prabowo Subiyanto - Gibran Rakabuming Raka berada di posisi teratas dengan dukungan sebesar 45,7%. Hal itu terungkap dari rilis hasil survei yang dilakukan Skala Data Indonesia (SDI) di Jakarta, Jumat (26/1).
.jpg)
Elshinta.com - Elektabilitas pasangan Calon Presiden - Calon Wakil Presiden, Prabowo Subiyanto - Gibran Rakabuming Raka berada di posisi teratas dengan dukungan sebesar 45,7%. Hal itu terungkap dari rilis hasil survei yang dilakukan Skala Data Indonesia (SDI) di Jakarta, Jumat (26/1).
"Disusul Anis-Muhaimin sebesar 27,6%, Ganjar-Mahfud sebesar 16,9%, dan yang tidak tahu/tidak menjawab (undecided voters) sebesar 9,8%," kata Direktur Skala Data Indonesia, Azka Abdi Amrurobbi.
Namun demikian, Azka Abdi mengatakan bahwa dinamika elektabilitas pasangan Capres dan Cawapres masih bergerak dinamis sehingga Pilpres satu atau dua putaran masih belum bisa diketahui.
Menurut Azka Abdi, pemilih swing voters (pemilih yang masih dapat berubah pilihan) sebesar 19,6%. Sehingga, dengan demikian, suara swing voters dan undecided voters sangat menentukan arah Pilpres ke depan.
"Karena itu, Pilpres akan digelar satu atau dua putaran, salah satu variabel yang penting ialah ke mana arah suara swing voters dan undecided voters,” ujar Azka.
Sementara itu, peta elektabilitas partai politik bergerak dinamis. Beberapa partai yang memiliki kans untuk masuk ke Parlemen diantaranya, Gerindra (27,2%), PDIP (15,7%), NasDem (9,8%), Golkar (8,6%), PKS (8,3%), dan PKB (7,3%). Sedangkan partai-partai yang kemungkinan tidak masuk ke Parlemen yaitu Partai Buruh (0,2%), Partai Gelora (0,1%), PKN (0,2%), Hanura (0,2%), Garuda (0,2%), PBB (0,2%), Demokrat (2,5%), PSI (1,3%), Perindo (2,3%), PPP (0,8%), dan Partai Ummat (0,2%).
Tidak hanya itu, Azka juga memaparkan dari hasil survei SDI bahwa debat Capres dan Cawapres cukup berpengaruh terhadap landasan publik memilih pasangan Capres dan Cawapres. Sebanyak 29,8% pemilih menganggap debat Capres dan Cawapres berpengaruh terhadap pilihannya dan 23,5% menganggap cukup berpengaruh. Sedangkan, 22,7% pemilih menganggap debat biasa saja, 4,2% kurang berpengaruh, dan 8,1% menanggap tidak berpengaruh sama sekali terhadap pilihan mereka.
Survei nasional SDI dilakukan pada rentang waktu 13 – 21 Januari 2024 dan menggunakan metode tatap muka langsung. Sementara itu, jumlah sampel yang diambil sebanyak 1.240 responden, margin of error ±2,78%, level of confidence 95%, dan teknik sampling berupa multi-stage random sampling.