Alasan anggaran, empat ruang di dua SDN di Serang dibiarkan rusak
Empat ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kota Serang dan SDN 6 Kota Serang yang kondisinya rusak berat selama bertahun tahun tidak kunjung diperbaiki dengan dalih tak memiliki anggaran.

Elshinta.com - Empat ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kota Serang dan SDN 6 Kota Serang yang kondisinya rusak berat selama bertahun tahun tidak kunjung diperbaiki dengan dalih tak memiliki anggaran.
"Tahun 2022, SDN 6 telah diajukan anggarannya untuk rehab. Tapi karena keterbatasan anggaran, pada tahun tersebut tidak mendapatkan, kemudian tahun 2023 juga tidak keluar. Lalu di 2024 diajukan lagi tapi sama karena keterbatasan tadi sehingga tidak bisa direalisasikan," jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang, Suherman saat di konfirmasi oleh media.
Karena telah bertahun tahun tidak mendapatkan anggaran perbaikan, karenanya pihaknya, kata Suherman mengajak Pj Wali Kota untuk melihat langsung kondisi bangunan tersebut.
"Selain dari APBD Kota Serang, ada niatan mengajukan dana CSR kepada BJB Banten, proposalnya sudah kami susun dari Kepala sekolah dan komite sekolah, tinggal mengajukan," ujar Suherman seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Mamo Erfanto, Jumat (26/1).
Meskipun program priorias dari Dinas Pendidikan Kota Serang fokus pada kerusakan sekolah namun memang presentasi tidak bisa melebihi yang lainnya, karena keterbatasan anggaran.
"Karena ini kerusakan di atas 30 persen maka ini masuk dalam katagori rusak berat yang mana tanggung jawabnya berada di dindik," lanjut Suherman.
Sementara itu PJ Wali Kota Serang, Yedi Rahmat saat melihat kondisi ruang kelas yang rusak dirinya menyampaikan baru dapat dilaporkan pada hari ini. "Kalau melihat kondisi fisik ini rusak sudah lama, karena ini bangunan lama kemudian juga ini salah satu cagar budaya maka proses perbaikan harus berkoordinasi dengan pihak terkait," ujar Yedi.
Terkait dengan bertahun-tahun tidak adanya anggaran untuk dua sekolah yang ruang kelasnya rusak parah, Yedi Rahmat menegaskan mungkin karena keterbatasan anggaran maka bertahun tahun terbengkalai.
"Kita coba koordinasi dengan BPKAD dan Sekda untuk prioritas dua sekolah ini," ucapnya.
Sementara itu ruang kelas yang mengalami kerusakan berat sudah tidak dipergunakan, dikosongkan. Karena menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.