Tingkatkan keselamatan sopir, Pertamina latih pengemudi awak mobil tangki
Guna meningkatkan keselamatan kerja bagi para pengemudi Awak Mobil Tangki (AMT), Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengadakan pelatihan sertifikasi awak angkutan barang berbahaya.

Elshinta.com - Guna meningkatkan keselamatan kerja bagi para pengemudi Awak Mobil Tangki (AMT), Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengadakan pelatihan sertifikasi awak angkutan barang berbahaya. Pelatihan AMT nantinya dilakukan di setiap fuel terminal yang ada di regional Papua Maluku.
Junior Analyst Healt Safety Security Environment (HSSE) Regional Papua Maluku PT Pertamina Patra Niaga, Muhammad Indera Nashri mengatakan, pelatihan AMT ini merupakan salah satu aspek yang diterapkan Pertamina Patra Niaga terhadap undang-undang dalam hal ini regulasi yang di keluarkan kementerian perhubungan dimana setiap driver atau pengemudi mobil tangki yang membawa barang berbahaya harus dilakukan sertifikasi.
“Hari ini kita dari Pertamina memberikan pelatihan bagi para pengemudi Awak Mobil Tangki (AMT) agar bisa bekerja sesuai prosedur yang benar, bisa bekerja dengan aman sehingga meningkatkan keselamatan diperubahan dan perjalanan,” kata Muhammad seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Rabu (31/1).
Dikatakan dia, pelatihan ini dilakukan pada 18 fuel terminal dengan jumlah AMT sebanyak 800 orang untuk wilayah Papua Maluku.
“Kita laksanak pelatihan ini pada setiap pengemudi mobil tangki BBM. Untuk di Jayapura diikuti 87 orang dan di Tobelo 80 orang yang dilaksanakan pada 28 Januari nanti,” ujarnya.
Muhammad berharap para AMT yang mengikuti pelatihan ini bisa meningkatkan pengetahuannya dan bisa mengemudikan kendaraannya dengan aman serta mengurangi tingkat kecelakaan di jalan.
Di tempat yang sama, salah satu sopir tangki, Agus Suprayitno dari PT Indah Pratama Mandiri menyampaikan apresiasi kepada Pertamina yang telah mengadakan sertifikasi bagi para sopir dalam keselamatan mengemudi ketika membawa dan mendistribusikan BBM.
“Saya sebagai awak mobil tangki merasa bersyukur dengan adanya sertifikasi ini, karena sangat bermanfaat bagi kita terutama bagi diri saya sendiri,” jelasnya.
Agus mengaku selama mendistribusikan BBM ke wilayah Sarmi ada beberapa kendala yang dihadapi yaitu masalah gangguan orang mabuk di jalan, namun kami masih bisa antisipasi sendiri.
“Kalau masalah kendala dilapangan yang kita hadapi banyak seperti keamanan dari orang mabuk di jalan, tapi saya selalu siapkan rokok. Saya ke Sarmi bawa BBM Pertamax, Pertalite, Dexlite, Bio Solar dan lainnya,” ujar Agus.
Ia mengatakan dalam satu bulan iya bisa mengangkut BBM sebanyak 5 kali dengan waktu jarak perjalanan yang ditempuh 16 jam pulang pergi.