Purnawirawan TNI-Polri diimbau tetap jaga kondusifitas Pemilu 2024
Sejumlah purnawirawan perwira tinggi TNI-Polri yang tergabung dalam berbagai elemen telah menunjukkan sikap politiknya masing-masing dalam mendukung pasangan calon (Paslon) tertentu di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Elshinta.com - Sejumlah purnawirawan perwira tinggi TNI-Polri yang tergabung dalam berbagai elemen telah menunjukkan sikap politiknya masing-masing dalam mendukung pasangan calon (Paslon) tertentu di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Eks Tim Mawar Fauka Noor Farid mengimbau, agar para purnawirawan tersebut tetap menjaga kondusifitas masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Menurut purnawirawan TNI berpangkat kolonel itu, meski sudah pensiun dari pengabdian tetapi para purnawirawan harus tetap menjaga ketertiban sebagaimana saat mereka bertugas.
Termasuk purnawirawan TNI-Polri dari berbagai era yang menjadi bagian dari masing-masing tim sukses calon presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres) pada Pemilu 2024.
"Secara personal saya harap mereka (purnawirawan TNI-Polri) yang ada setiap paslon harusnya bisa saling menjaga ketenangan, kedamaian," kata Fauka dalam video YouTube Tim Mawar 008 dikutip Elshinta, Rabu (31/1).
Fauka juga mengingatkan kepada seluruh purnawirawan untuk tidak melupakan saat masih aktif bertugas, di mana para prajurit khususnya TNI dididik untuk menjaga keamanan demi kepentingan bangsa.
Hal ini menurutnya sangat penting, agar perbedaan pandangan masyarakat dalam menentukan pilihan pada Pemilu 2024 dapat diredam masing-masing purnawirawan TNI-Polri yang terlibat di masing-masing paslon.
"Kita sudah dididik untuk kepentingan bangsa negara atau NKRI harga mati. Harusnya setiap purnawirawan, senior-senior saya yang ada di setiap paslon komitmen dengan itu," ujarnya.
Fauka menuturkan seorang purnawirawan TNI-Polri mengetahui betul bahaya yang timbul bila terjadi perpecahan, dan konflik di masyarakat karena perbedaan pandangan Pemilu 2024.
Meski terdapat perbedaan pandangan dalam menilai sosok pemimpin, menurutnya hal itu harusnya disikapi dengan beradu gagasan, visi dan misi agar masyarakat dapat menentukan pilihan.
Fauka menyebut bila terjadi konflik karena pengaruh dari sejumlah pihak maka yang dirugikan justru masyarakat.
"Jadi, jangan karena tendensius ada satu Paslon yang elektabilitasnya tinggi berusaha menjegal. Kita harus menjaga, jangan memanas-manasin. Harus menjaga persatuan bangsa," pungkas Mantan komandan kelompok khusus Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI itu seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Heru Lianto.