Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pemuka agama ASEAN hasilkan Semarang Charter: Pesan penyelesaikan krisis kemanusiaan

Pertemuan para pemuka agama se-ASEAN (ASEAN Religious Leaders Summit) yang digelar dalam rangkaian  Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23 di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Jumat (2/2/2024) menghasilkan Semarang Charter yang berisikan sembilan butir.

Pemuka agama ASEAN hasilkan Semarang Charter: Pesan penyelesaikan krisis kemanusiaan
X
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Pertemuan para pemuka agama se-ASEAN (ASEAN Religious Leaders Summit) yang digelar dalam rangkaian Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23 di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Jumat (2/2/2024) menghasilkan Semarang Charter yang berisikan sembilan butir.

Inti isi Semarang Charter adalah kesepakatan para tokoh berbagai agama dari berbagai bangsa itu agar para pemeluk agama dan para tokoh dari agama dan bangsa yang berbeda untuk ikut ambil bagian dalam penyelesaian krisis kemanusiaan.

Para pemuka agama itu berasal dari Indonesia, Kamboja, Thailand, Laos, Filipina, Singapura, dan Malaysia.

Sahiron Syamsuddin, ahli tafsir Al Quran dan juga dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menjadi moderator membacakan sembilan butir itu meliputi pengakuan terhadap perbedaan-perbedaan dari sisi agama dan sisi yang lain.

“Semarang Charter itu akan dikirim ke Perserikatan Bangsa-bangsa agar bisa disampaikan kepada para pemimpin negara-negara yang kini sedang terjadi krisis seperti di Palestina, Ukraina, Somalia, maupun kawasan lainnya,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Sabtu (3/2).

Isi Semarang Charter itu sebagai berikut:

1. Perbedaan itu kita akui bersama. Jangan sampai ada konflik karena adanya perbedaan itu.

2. Komunitas agama harus bersatu menyelesaikan krisis kemanusiaan. Agama apapun di negara mana pun untuk bersama-sama menyelesaikan krisis kemanusiaan akibat perang atau krisis lainnya.

3. Ajaran agama harus diinterpretasikan sesuai konteks kekinian dengan tujuan untuk kemaslahatan manusia dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari oleh umat beragama dan manusia mana pun.

4. Para pemuka agama dan institusi harus lebih aktif lagi melakukan dialog antar-umat beragama untuk mempromosikan situasi yang adil, aman, dan damai.

5. Komunitas agama harus aktif dalam menjaga lingkungan. Bukan hanya manusia saja, tetapi juga lingkungan alam agar tidak terjadi krisis alam.

6. Institusi agama tidak setuju dengan perbuatan kebrutalan, perang, trafficking. Semua harus dihilangkan. Komunitas agama harus memberi bantuan untuk krisis manusia akibat perang atau bencana alam.

7. Komunitas agama bertanggungjawab mengatur penggunaan teknologi. Teknologi memiliki hal positif dan di sisi lain negatif. Komunitas agama harus memberi arahan kepada pengikutnya untuk menggunakan perangkat itu untuk kebaikan. Bukan untuk mencaci-maki atau menghina orang lain.

8. Mempromosikan kepemimpinan beretika, terbuka, saling percaya untuk membantu bangsa di seluruh dunia.

9. Semarang Charter memiliki komitmen mengevaluasi dan mengkritik diri sendiri agar memperbaiki pemimpin agama dan komunitas agama untuk memperbaiki sikap dan kontribusi bagi perdamaian kemanusian dan keselamatan alam semesta.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire