Hijaukan perbukitan Patiayam, Kelompok tani Wonorejo, Kudus panen mangga 4 ton
Kelompok tani Wonorejo, Dukuh Kaliwuluh, Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sedang bergembira. Pasalnya upaya penghijauan di kawasan perbukitan Patiayam bersama dengan Djarum Foundation Bakti Lingkungan (BLFD) dengan menanam tanaman produktif berupa pohon mangga gadung sudah mulai berbuah. Bahkan pada panen perdana kali ini tiap pohon sudah menghasilkan 7 kilogram dengan total dapat 4 ton buah mangga.

Elshinta.com - Kelompok tani Wonorejo, Dukuh Kaliwuluh, Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sedang bergembira. Pasalnya upaya penghijauan di kawasan perbukitan Patiayam bersama dengan Djarum Foundation Bakti Lingkungan (BLFD) dengan menanam tanaman produktif berupa pohon mangga gadung sudah mulai berbuah. Bahkan pada panen perdana kali ini tiap pohon sudah menghasilkan 7 kilogram dengan total dapat 4 ton buah mangga.
Ketua kelompok tani Wonorejo, Mashuri mengaku awal mula para petani resah dengan kondisi perbukitan Patiayam di sekitar desanya yang gundul dan rawan longsor. Ia bersama petani lainnya berupaya membuat pagar hidup untuk menahan longsoran tanah.
"Kami berusaha minta bantuan Djarum Foundation Bakti Lingkungan awalnya susah. Namun, pada tahun 2020 sekitar bulan Oktober, pihak BLDF bersedia membantu menyediakan bibit tanaman yang diminta para petani. Akhirnya kami kerjasama dalam hal perawatan sampai akhirnya bulan kemarin kami sudah bisa memanen hasilnya", ujarnya, Selasa (6/2).
Dikatakan, kawasan perbukitan Patiayam yang dikelola warga ada sekitar 300 hektar dengan ada 337 petani penggarap lahan. Adanya penghijauan dengan penanaman pohon produktif membuat para petani mempunyai penghasilan tambahan karena selama ini para petani hanya menanam jagung.
"Sistem tumpang sari ini membuat kami senang karena tanaman mangga mempunyai akar kuat yang bisa menahan erosi tanah sekaligus bisa bernilai ekonomis. Kedepan kami berkomitmen akan menjadikan Desa ini Sentra buah mangga terbesar di Jateng. Bersama BLDF kami akan terus menanam sampai benar-benar pegunungan di 3 blok tidak gundul lagi", imbuh Mashuri.
Dandy Mahendra Program Officer BLDF mengatakan pihaknya membuat gerakan digital penanaman pohon yang semua orang bisa berkontribusi meski dirumah. Sistem yang digunakan yakni melalui medsos gerakan digital Siap Sadar Lingkungan (Siapdarling). Ide tersebut muncul saat pandemi tahun 2020 yang ternyata disambut antusias oleh masyarakat. Pada tahun keempat one action one tree para peserta ada yang berlari, bersepeda maupun mengunggah di medsos. Yakni setiap 10 kilometer sama dengan menyumbang 1 pohon, bersepeda 10 km sama dengan satu pohon termasuk yang mengunggah di medsos juga bisa dapat satu pohon.
"Pohon-pohon sumbangan dari mereka yang Siapdarling inilah yang di tanam untuk penghijauan salah satunya di perbukitan Patiayam ", ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (6/2).
Program Manager BLDF Eko Budi Utomo menyatakan pihaknya bersama kelompok tani Wonorejo telah membuat komitmen untuk menghijaukan perbukitan Patiayam. Dimana, pihaknya memberikan pembinaan kepada para petani mulai dari pemilihan bibit sampai proses perawatan. Termasuk kedepan untuk pemasaran hasil panen para petani pada saat panen raya.
Eko menjelaskan mengenai pemilihan bibit tanaman produktif, hal ini disesuaikan dengan lahan. Selain menghasilkan juga berkayu sehingga bisa untuk penghijauan dan konservasi untuk keberlangsungan sumber mata air. "Agar sumber-sumber air terjaga juga pohon berkayu ini mampu menahan erosi tanah", ungkapnya.