Top
Begin typing your search above and press return to search.

FAO luncurkan program dukung petani sagu di Papua

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) di Indonesia, bersama Analisis Strategis Papua dan Pemerintah Kabupaten Jayapura memulai inisiatif untuk mendukung petani kecil yang terlibat dalam produksi sagu di Kabupaten Jayapura, Papua. 

FAO luncurkan program dukung petani sagu di Papua
X
Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com.

Elshinta.com - Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) di Indonesia, bersama Analisis Strategis Papua dan Pemerintah Kabupaten Jayapura memulai inisiatif untuk mendukung petani kecil yang terlibat dalam produksi sagu di Kabupaten Jayapura, Papua.

Proyek bertajuk "Capacity building of smallholders on improved sago processing and value chains in Jayapura, Papua Province" secara resmi diluncurkan dengan kunjungan lapangan dan lokakarya awal untuk mendukung produksi sagu –tanaman pangan yang kurang dimanfaatkan di wilayah tersebut.

Rajendra Aryal, Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste menyebutkan, produksi sagu di Papua menghadapi beberapa tantangan karena banyak tanaman sagu tumbuh secara alami di lahan rawa, sehingga menyebabkan penggunaan metode pengolahan yang tidak selalu memenuhi standar kebersihan.

Selain itu, permasalahan lain muncul pada akses masyarakat terhadap pasar yang masih terbatas karena kurangnya kapasitas. Menanggapi tantangan ini, FAO dan pemangku kepentingan lokal lainnya bertekad untuk membantu petani kecil meningkatkan pengolahan sagu.

“Kami akan fokus pada peningkatan keterampilan masyarakat adat dengan teknologi adaptif pengolahan sagu dan pengembangan hubungan pasar,” ujar Rajendra seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Rabu (7/2).

Dikatakan, inisiatif peningkatan keterampilan petani ini sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat agar dapat memasarkan produk sagu mereka secara efektif sehingga dapat mendukung mata pencaharian dan pendapatan keluarga mereka.

“Inti dari proyek ini adalah dukungan kepada Provinsi Papua sebagai penyumbang produksi sagu,” katanya.

FAO menargetkan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tepung sagu yang berpotensi berkontribusi terhadap rencana diversifikasi pangan nasional. Pendekatan ini melibatkan dua aspek: mengintegrasikan kemajuan ke dalam unit pengolahan sekaligus membangun kapasitas masyarakat lokal.

“Sesuai tema festival Sentani tahun lalu, “Sagu adalah Kehidupan”, kami inginmemastikan bahwa pemanenan sagu tidak mengorbankan hutan kita. Inisiatif bersama FAO ini dapat membantu kita mempelajari cara memaksimalkan produksi sagu sekaligus melestarikan sagu untuk generasi masa depan kita.” ungkap PLT Dinas Perkebunan Kabupaten Jayapura, Jenny Deda, Rabu (7/2).

Dikatakan, upaya ini lebih dari sekedar usaha dan ini mewakili perjalanan petani kecil menuju penghidupan berkelanjutan yang bebas dari kelaparan.

“Dengan meningkatkan metode pengolahan sagu dan memperluas jangkauan masyarakat di pasar, dan kami tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi tetapi juga memupuk semangat dan esensi komunitas”, ungkap Rajendra.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire