Ahok pertanyakan kinerja Jokowi dan Gibran, ini kata TKN dan pengamat
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, enggan menanggapi penyataan kader PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mempertanyakan kinerja cawapres Gibran Rakabuming Raka dan Joko Widodo.
.jpg)
Elshinta.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, enggan menanggapi penyataan kader PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mempertanyakan kinerja cawapres Gibran Rakabuming Raka dan Joko Widodo.
"Ahok itu tidak usah ditanggapi, karena omongan Ahok selalu bikin gaduh saja dari dulu," kata Nusron dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (7/2).
Menurut Nusron, Ahok hanya berupaya membuat gaduh suasana di masyarakat dengan pernyataan tersebut. Nusron pun melihat hal tersebut sebagai hal yang terus dilakukan Ahok secara berulang.
Tidak hanya itu, Nusron juga menilai Ahok tidak belajar dari kesalahan masa lalunya yang pernah tersandung masalah hukum karena perkataan yang dia ucapkan.
"Namun, ternyata sekarang jadi beban masyarakat atas masa lalunya. Sayangnya, Ahok tidak belajar, mungkin memang hobinya bikin keresahan masyarakat," tambah Nusron.
Oleh karena itu, lanjut Nusron, kubu Prabowo-Gibran memutuskan untuk tidak mau terpancing dengan ucapan Ahok. Dia memastikan TKN Prabowo-Gibran tetap mengedepankan sikap politik yang merangkul dan tanpa menjatuhkan pihak mana pun
Sementara Direktur Strategis Pusat Informasi Politik (Puspenpol) Adrian Zakhary menyayangkan sikap yang ditunjukkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Menurut Adrian, video viral yang menampilkan Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama dan seorang lansia berusia 82 tahun mendapat tanggapan kurang baik dari warganet, berdasarkan data pantauan TikTok Puspenpol.
Adrian melanjutkan, demonisasi yang dilakukan Ahok terhadap Jokowi dan Prabowo patut disesalkan oleh netizen, mengingat Ahok sebelumnya pernah berkampanye bersama Jokowi untuk posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta dan mendapat dukungan dari Prabowo Subianto.
“Banyak Netizen juga menyayangkan sikap Ahok yang menjelekkan Presiden Jokowi dan Pak Prabowo, padahal Ahok dulu maju di DKI Jakarta bersama pak Jokowi didukung oleh Pak Prabowo juga kan, dan bisa jadi Gubernur juga menggantikan Pak Jokowi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Direktur Strategis Puspenpol menyampaikan penyesalan atas perilaku Ahok. Setelah keluar dari penjara, ia menjabat sebagai Komisaris Pertamina, namun kini ia mengkritik Jokowi dan pemerintah.
“Beliau bebas penjara waktu itu juga masih diberi kesempatan untuk menjadi Komisaris Utama Pertamina berkat kepercayaan pak Jokowi mengingat kinerja Ahok sebelumnya. Namun kini disayangkan, karena Pilpres pak Ahok menjadi penyerang pemerintah dan sahabatnya sendiri, orang yang banyak mendukung dan membantunya, orang itu adalah Pak Jokowi,” tandasnya.
Untuk diketahui, pernyataan Ahok ramai dibahas di media sosial karena mempertanyakan kinerja Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.
"Sekarang, saya mau tanya, di mana ada bukti Gibran bisa kerja selama jadi wali kota?" kata Ahok dalam potongan video di media sosial seperti dipantau di Jakarta, Selasa (6/1).
Ahok pun mempertanyakan kinerja Jokowi, yang juga ayah Gibran, selama menjadi presiden.
"Terus, Ibu kira Pak Jokowi juga bisa kerja? Kita bisa berdebat itu. Saya lebih tahu. Makanya, saya enggak enak ngomong depan umum," kata Ahok.