TKN Prabowo-Gibran tanggapi dugaan manipulasi pemilih ilegal di TPS Dramaga
Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menilai ada indikasi manipulasi pemilih dengan strategi perpindahan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Elshinta.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menilai ada indikasi manipulasi pemilih dengan strategi perpindahan Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Penilaian disampaikan menyusul informasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Dramaga, Bogor yang menangguhkan permintaan perpindahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari sekelompok pemuda yang mengklaim sebagai mahasiswa salah satu kampus namum mereka tidak bisa memberikan keterangan yang pasti.
Dalam konferensi pers yang diadakan pada Rabu (7/2/2024), Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman, menjelaskan bahwa pihaknya khawatir dengan keberadaan oknum-oknum semacam itu dan menegaskan bahwa hal tersebut sangat membahayakan karena akan meningkatkan jumlah pemilih dan tentunya menguntungkan pasangan capres dan cawapres tertentu.
"Kami khawatir bahwa mereka adalah oknum yang sengaja dimobilisasi untuk melakukan pemilihan secara ilegal. Modus mobilisasi pemilih ilegal ini sangat bahaya karena akan menggelembungkan jumlah pemilih dan menguntungkan paslon tertentu," lanjutnya.
Sementara itu, Asep Saepul Hidayat, selaku Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor bidang data dan informasi, memberi respon terkait peristiwa tersebut.
Asep pun menyarankan PPK Dramaga untuk tetap menerapkan prosedur standar pelayanan pemilih.
"Seperti pelayanan pada umumnya ada tahapannya, kemudian juga kelengkapan data (pemilih) lengkap atau tidak, surat pendukungnya ada atau tidak," kata Asep pada Kamis, (08/02/2024).
Namun, Asep mengakui bahwa ia belum memiliki informasi detail mengenai validitas surat tugas yang dibawa oleh kelompok yang mengaku sebagai mahasiswa tersebut.
"Sampai ke arah situ (surat tugas) kita belum tahu bagaimana bentuk suratnya, bagaimana hal yang dimaksud terkait keraguan itu," sambungnya.
Lebih lanjut, ketika ditanya tentang kabar bahwa kelompok mahasiswa tersebut telah ditangani oleh kepolisian, Asep tidak memberikan konfirmasi langsung.
"Ketemu dengan PPK Dramaga nya juga belum, (kabar puluhan mahasiswa diamankan polisi) belum (menerima) secara langsung kabar dari temen-temen PPK Dramaga," tandasnya.
Diberitakan. Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Dramaga, Kabupaten Bogor menolak pengajuan pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sekelompok orang yang mengaku mahasiswa. PPK pertanyakan surat tugas para mahasiswa itu.
"Betul itu kejadian hari ini, Jumlah orang (ajukan pindah TPS) sekitar 25 orang. Pengakuan mereka mahasiswa yang sedang melakukan penelitian di sini, tetapi ketika kita tanya mereka tidak bisa memberi keterangan yang pasti," kata Ketua PPK Dramaga Bogor Muhamad Soleh mengutip detikcom, Rabu (7/2/2024).
"Kita tanya, sedang meneliti apa, tempat penelitiannya di mana, itu mereka nggak bisa ngejawab gitu," imbuhnya.
Soleh menyebut sekelompok orang mengaku mahasiswa itu sempat membawa surat tugas dari salah satu perguruan tinggi. Akan tetapi Soleh meragukannya dan meminta agar mereka tetap mengurus prosedur izin penelitian.
"Tadi kita koordinasi dengan pihak kecamatan, kita meminta mereka (mahasiswa) menyelesaikan prosedur perizinan ketika akan melakukan penelitian. Mereka pun bisa menerima itu akhirnya kita tunda dulu, bukan menggagalkan, kita tidak proses mereka," imbuhnya.
Soleh menyebut kelompok mahasiswa itu masih bisa mengurus izin pindah TPS jika prosedurnya ditempuh. Para mahasiswa ini masuk kategori pindah TPS karena bertugas di tempat lain.