Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kemungkinan warga terdampak banjir di Demak akan lakukan pencoblosan susulan

Ribuan warga Demak, Jawa Tengah yang terdampak banjir yang kini berada di pengungsian ada kemungkinan terpaksa harus melakukan coblosan susulan dalam pelaksanaan pengambilan suara Pemilu 2024.

Kemungkinan warga terdampak banjir di Demak akan lakukan pencoblosan susulan
X
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Ribuan warga Demak, Jawa Tengah yang terdampak banjir yang kini berada di pengungsian ada kemungkinan terpaksa harus melakukan coblosan susulan dalam pelaksanaan pengambilan suara Pemilu 2024.

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi dan Pangdam IV / Diponegoro Mayjen TNI Tandyo Budi Revita bersama forum komunikasi pimpinan daerah Kabupaten Demak menggelar rapat koordinasi untuk membahas situasi terkini dan rencana pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2024 bagi warga yang terdampak banjir di Demak, Senin (12/2).

Ahmad Luthfi dan Tandyo Budi Revita meninjau langsung penanganan banjir dan pengungsi di Kabupaten Demak. Mereka menggunakan helikopter berangkat dari Semarang untuk memantau dari udara pada sejumlah tanggul-tanggul sungai yang rusak serta kawasan terdampak banjir.

Mereka kemudian mendarat di Desa Gajah, Kecamatan Gajah, untuk melanjutkan peninjauan dengan berjalan kaki dan mengecek kesiapan dapur lapangan milik Brimob Polda Jateng dan upaya Trauma Healing serta pengobatan gratis yang dilakukan tim Biddokkes Polda Jateng.

"Sampai saat ini masih banyak warga terdampak banjir yang masih bertahan di rumahnya masing-masing. Banyak warga yang belum mau meninggalkan rumahnya karena menjaga harta-bendanya. Kami akan menambah patroli dengan perahu karet untuk mengantisipasi tindak kriminal," kata Ahmad Luthfi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.

Di sisi lain, terkait pelaksanaan Pemilu pada Rabu nanti bagi warga yang terdampak banjir, Kapolda mengaku sudah berkoordinasi dengan KPUD Jateng untuk mengusulkan pencoblosan susulan di sejumlah desa terdampak banjir.

"Namun keputusan dan kewenangannya tetap menunggu KPU Pusat. Kami sudah melakukan rapat koordinasi dan siap untuk pengamanannya mulai dari tenaga linmas, polisi, TNI dan lainnya. Sementara terkait status TPS, akan disesuaikan dengan situasi daerah masing-masing," katanya.

Ia menambahkan apabila awalnya ada TPS dengan kurang rawan dapat ditingkatkan menjadi daerah rawan karena terdampak bencana sehingga jumlah personel pengamanannya nantinya dapat ditingkatkan sesuai daerah masing-masing.

Sementara itu seluruh personel pengamanan Pemilu sudah mulai menempatkan diri di wilayah tugas mereka sejak Senin pagi. Apel pergesertan pasukan dilakukan di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarag. Sekitar 22 ribu anggota TNI-Polri untuk pengamanan pemungutan suara di seluruh wilayah Polda jateng yang terbagi menjadi 117. 299 TPS yang sudah dikategorikan sesuai kerawanan di antaranya 9 TPS yang Sangat Rawan, ada 549 TPS Rawan dan 116. 741 TPS Kurang rawan.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire