Prihatin dengan penyintas banjir Demak, Baznas RI salurkan bantuan
Ribuan korban banjir bandang asal Desa Ngaluran, Kecamatan, Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, masih tinggal di pengungsian. Pantauan Elshinta di lapangan, mereka yang mengungsi di tampung di Kantor Desa Ngaluran, Kabupaten Demak.

Elshinta.com - Ribuan korban banjir bandang asal Desa Ngaluran, Kecamatan, Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, masih tinggal di pengungsian. Pantauan Elshinta di lapangan, mereka yang mengungsi di tampung di Kantor Desa Ngaluran, Kabupaten Demak.
Tampak pakaian-pakaian terjemur berjejeran di luar kantor desa tersebut. Sementara di dalam, para pengungsi tengah rebahan sesambil melonjorkan kakinya, dan sebagian lagi membantu dapur umum Baznas RI.
Kepala Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Siti Qudsiah, mengatakan bahwa penyintas banjir sudah berada hampir 11 hari tinggal di tenda pengungsian. Para pengungsi berjumlah 1.400 orang.
"Para pengungsi berasal dari kecamatan Karanganyar, Wonorejo, Wonoketingal, Gajah Lor, dan Cangkringan. Jumlah pengungsi 1800. Namun saat ini yang masih bertahan 1.400," ujar Qudsiah, Senin (19/2).
Lebih lanjut Qudsiah mengatakan, warga yang pulang karena jenuh di pengungsian meski debit air belum sepenuhnya surut.
"Di desa Wonorejo dan Wonoketingal debit air masih satu lutut, ada juga yang sudah semata kaki," katanya.
Sementara, lanjut dia, untuk logistik pihaknya telah mendapatkan bantuan dari pemerintah dan Baznas RI. Apalagi, bantuan yang diberikan Baznas berupa dapur umum, layanan psikososial, dapur air, dan layanan kesehatan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas karena sudah dibantu semuanya, Apapun yang datang saya terima dengan ikhlas dan saya distribusikan ke pengungsi," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Wonoketingal, Muhajirin. Menurutnya, bantuan yang diberikan Baznas telah menolong warganya. Apalagi, adanya posko kesehatan dari Baznas.
"Untuk saat ini keluhan kesehatan warga berupa gatal-gatal. Jadi bisa berobat gratis di posko (Baznas) ini," terangnya.
Muhajirin pun mengucapkan terima kasih kepada Baznas RI. Sebab, sebanyak 2.000 KK telah mendapatkan bantuan dari Baznas.
"Saya secara pribadi mewakili warga semua mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Beras, minyak goreng mie instan, layanan kesehatan sudah ada mulai hari kedua bencana," ujarnya.
Direktur Pendistribusian Baznas RI, Ali Fikri mengatakan, bahwa pihaknya memang telah berkomitmen untuk selalu ada di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Baznas juga akan membantu membersihkan lingkungan warga dengan menyemprotkan disinfektan untuk membasmi kuman-kuman yang tersisa.
Selain itu, kata dia, Baznas akan terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota setempat untuk merecovery ekonomi. Pasalnya, banyak warga berprofesi sebagai petani yang memiliki ladang dan beternak ikan mengalami kerugian besar.
"Banyak lahan sawah mereka yang sudah hampir panen bahkan sudah panen mengalami kolaps," terangnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Heru Lianto, Senin (19/2).