Ajeng Elsantika Purnawati, nekat geluti profesi sebagai asisten masinis KA
Perempuan di Indonesia kini sudah mulai banyak yang menggeluti bidang yang selama ini identik dengan profesi lelaki. Salah satunya adalah masinis yang selama ini banyak digeluti oleh laki-laki. Adalah Ajeng Elsantika Purnawati (22), perempuan yang nekat menggeluti profesi yang didominasi para lelaki tersebut.

Elshinta.com - Perempuan di Indonesia kini sudah mulai banyak yang menggeluti bidang yang selama ini identik dengan profesi lelaki. Salah satunya adalah masinis yang selama ini banyak digeluti oleh laki-laki. Adalah Ajeng Elsantika Purnawati (22), perempuan yang nekat menggeluti profesi yang didominasi para lelaki tersebut.
Ajeng panggilan akrab perempuan kelahiran Lamongan tersebut adalah sosok Kartini masa kini. Ajeng saat ini adalah asisten masinis di PT. KAI Daop 6 Yogyakarta. Saat ini Ajeng masih harus berjuang dengan memperbanyak jam terbang untuk naik menjadi masinis. Awal masuk menggeluti dunia masinis menurutnya memang berat, karena pekerjaan itu lebih banyak laki-lakinya. Ia mengaku awalnya memilih banyak diam karena masih harus adaptasi dengan profesi tersebut.
"Dulu saya jadi diem itu, karena temannya cowok semua. Tapi lama-lama sudah bisa berbaur. Di crew Yogya anggota yang masinis itu 135 an, yang cewek itu hanya 3 termasuk saya. Alhamdulilah, bangga banget, karena mungkin sebelumnya belum ada yang masinis perempuan untuk kereta non listrik," ujar Ajeng ditemui di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Senin (19/02/2024).
Ia mengaku memang masih ada yang meragukan perempuan untuk terjun di profesi masinis. Tetapi anggapan seperti itu ia patahkan dengan kerja keras dan bisa membuktikan bahwa perempuan juga bisa menggeluti profesi masinis.
Saat ini ia sudah sangat bisa menikmati profesinya tersebut dan banyak suka duka yang dilaluinya. Dari awalnya penasaran karena memang tidak terlalu paham tentang kereta api, kini justru menjadi profesi yang membuatnya bangga. Dari rasa penasaran itulah ia merasa tertantang untuk bisa menaklukkan dunia yang banyak digeluti kaum lelaki tersebut.
Menjadi asisten masinis itu mengasyikan karena bisa menikmati perjalanan. Tetapi ada juga pengalaman yang kurang enak tetapi itu semua sudah menjadi resiko pekerjaan.
"Selama menjalani asisten ini jadinya kerjaan itu kayak-kayak jalan-jalan, jadi gak ngerasa jenuh karena tiap hari muter-muter, kadang ke Cirebon, ke Surabaya dan lainnya. Pernah juga lihat ada ketemper mobil saat di perlintasan tidak terjaga," imbuhnya.
Saat berada di depan itu yang ia rasakan senang bisa melihat pemandangan tetapi juga tanggung jawab karena ada banyak penumpang.
Keluarga selama ini sangat mendukung pekerjaan yang ia jalani dan selalu memberikan semangat sehingga itu yang membuatnya terus bersemangat. Ia pun berharap akan semakin banyak perempuan yang menggeluti profesi masinis.
Ajeng yang bergabung di PT. KAI pada tahun 2022 silam ini mengaku melewati serangkaian test yang harus dilewatinya untuk bisa menjadi asisten masinis.
"Buat temen-temen perempuan diluar sana tetap semangat, jangan menyerah atau minder, kita tunjukan bahwa kita bisa profesi apapun itu," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Selasa (20/2).