Bawaslu RI catat ada potensi PSU sebanyak 1.300
Bawaslu RI menaruh perhatian serius terkait pemilihan suara ulang atau PSU di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Malang Jawa Timur yang digelar Jumat (23/2) dan Sabtu (24/2).

Elshinta.com - Bawaslu RI menaruh perhatian serius terkait pemilihan suara ulang atau PSU di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Malang Jawa Timur yang digelar Jumat (23/2) dan Sabtu (24/2). Tidak main-main tim Bawaslu RI diketuai Anggota Bawaslu RI dari Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Totok Hariyono langsung turun memantau pelaksaan PSU.
“Secara umum partisipasi masyarakat dalam PSU meningkat meski digelar pada hari kerja maupun Sabtu seperti di TPS 037 Kelurahan Jatimulyo di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang,” kata Totok usai melihat PSU TPS 037di balai RW setempat.
Mantan wartawan salah satu terbitan Jawa Timur ini menyatakan, pihak Bawaslu menyatakan PSU merupakan salah satu upaya dari demokrasi.
“Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa dan KPU serta Bawaslu telah maksimal dan PSU ini merupakan bagian dari kebenaran justru kalau gak ada PSU maka kebobrokan tidak terungkap,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Senin (26/2).
Sampai saat ini Bawaslu RI mencatat ada 2.000 pelanggaran dan potensi PSU ada 1.300.
“Kita terus update jumlah tersebut dan jika sudah PSU ada kesalahan lagi maka penyelenggaran pemilu bisa menempuh upaya di Mahkamah Konstritusi,“ tandasnya.