Rugikan supir angkot K11, Pemkot Bekasi diminta evaluasi trayek bus TransPatriot
Akibat makin terus berkurangnya penumpang ditambah pengambilan jalur trayek angkutan umum K11 jurusan Terminal Bekasi-Bantar Gebang. Para awak angkutan umum tersebut meminta agar Pemerintah Kota Bekasi untuk mengkaji ulang bus Transpatriot yang mengambil jalur trayek karena tidak adanya kordinasi yang berakibat mematikan pendapatan angkot K11 tersebut.

Elshinta.com - Akibat makin terus berkurangnya penumpang ditambah pengambilan jalur trayek angkutan umum K11 jurusan Terminal Bekasi-Bantar Gebang. Para awak angkutan umum tersebut meminta agar Pemerintah Kota Bekasi untuk mengkaji ulang bus Transpatriot yang mengambil jalur trayek karena tidak adanya kordinasi yang berakibat mematikan pendapatan angkot K11 tersebut.
Dikatakan Simanjuntak selaku pengurus angkutan umum K11 bahwa, pengambilan jalur trayek Bekasi - Bantar Gebang oleh bus Transpatriot sudah berlangsung sejak 2019 hingga sekarang ini. Bahkan keberadaan bus tersebut tanpa adanya koordinasi terhadap angkutan umum K11 sehingga banyak penumpang tidak menggunakan angkutan umum yang akhirnya berimbas terhadap pendapatan sehari-hari.
"Sejak lima tahun dan saat ini, para supir kami sangat kasihan nasibnya, ini harus menjadi perhatian Pemerintah Kota Bekasi yang kategorinya kami pun sebagai UMKM," ujar Simanjuntak seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Purnomo, Selasa (27/11).
Oleh karenanya. Simanjuntak meminta agar Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk memperhatikan nasib para supir angkot K11 yang jumlahnya 100 supir, karena selain penghasilan yang kurang terkadang para supir selalu tidak sanggup membayar setoran.
"Kami harap bus transpatriot yang mengambil alih jalur bisa ditindaklanjuti dan dievaluasi," pinta Simanjuntak.
Lebih lanjut Simanjuntak menambahkan, jika dilihat dari jumlah angkutan K11 yang masih beroperasi saat ini sudah makin berkurang dari dulunya mencapai 235 unit angkutan saat ini hanya beroperasi sekitar 100 an. "Sehingga hal ini sudah sangat memprihatinkan padahal jalur trayek k11 sangat lah penting dalam melayani penumpang di titik strategis," ucapnya.
Sementara itu. Pengusaha angkot K11, Dwi menjelaskan pihaknya sudah kehilangan banyak penumpang ditambah setiap bulan rutin mengganti spare part. "Ini sangat berat bagi kami dikala pendapatan yang minim, karena harga spare part saat ini juga mengalami kenaikan harga. Intinya harus ada peran Pemerintah Kota Bekasi jangan sampai keberadaan angkot musnah dan menjadi hilang pekerjaan," ucapnya.