Top
Begin typing your search above and press return to search.

Warga Nunukan mendapat bantuan air bersih gratis dari PDAM

Elshinta.com, Perumda Air Minum Tirta Taka Kabupaten Nunukan bersama pemangku kepentingan lainnya mengambil langkah cepat menghadapi krisis air yang melanda dengan membagikan air bersih gratis kepada masyarakat terdampak.

Warga Nunukan mendapat bantuan air bersih gratis dari PDAM
X
Ilustrasi - Petugas Perumda Air Minum Tirta Taka Kabupaten Nunukan mengisi wadah air bersih warga Nunukan. (ANTARA/HO-Dokpim Nunukan)

Elshinta.com - Perumda Air Minum Tirta Taka Kabupaten Nunukan bersama pemangku kepentingan lainnya mengambil langkah cepat menghadapi krisis air yang melanda dengan membagikan air bersih gratis kepada masyarakat terdampak.

“Kami membagikan air bersih bekerja sama dengan BPBD dan PMI, karena ada tanggap darurat kekeringan di Nunukan,” kata Kasubag Administrasi Perumda Air Minum Tirta Taka, Andi Darwis di Nunukan, Rabu.

Embung Bolong yang berfungsi sebagai wadah utama untuk menampung air baku, kata dia, mengalami penyusutan dan kini mengering hingga mencapai empat meter.

Dampaknya, lanjut dia, pasokan air baku hanya 20 liter per detik, turun di bawah normal sebesar 50 liter per detik. Dengan kondisi ini, kata dia, Perumda Tirta Taka hanya mampu melayani 1.500 pelanggan dari total 7.000 pelanggan yang membutuhkan pasokan air.

Ia mengatakan suplai air ke rumah warga pun harus dibagi secara zonasi, namun distribusi tidak merata dan sebagian warga masih kekurangan air. Oleh karena itu Perumda Tirta Taka mengambil tindakan tanggap darurat dengan membagikan air gratis melalui sistem zonasi menggunakan mobil tangki.

Andi Darwis menjelaskan kekeringan Embung Bolong ini disebabkan oleh cuaca ekstrem dan berlangsung selama hampir tujuh bulan. Meskipun beberapa hujan lokal di Nunukan, kontribusinya tidak signifikan dalam meningkatkan debit air baku.

“Hujan yang terjadi hanya di beberapa wilayah, sedangkan di embung hulu tidak ada hujan sama sekali. Akibatnya sumber air baku di Embung Bolong sangat terbatas,” ungkap Andi Darwis.

Saat ini instalasi Perumda Tirta Taka hanya mampu mengolah 20 liter air per detik pada kondisi kekeringan. Meski dengan kapasitas yang lebih terbatas, sekitar 1.500 pelanggan masih dapat dilayani dengan pasokan air yang ada.

Perumda Tirta Taka akan terus memantau situasi dan memberikan bantuan seefisien mungkin kepada warga yang membutuhkan.

“Semoga langkah tanggap darurat ini dapat membantu mengatasi krisis kekeringan di Nunukan,” ucapnya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire