Top
Begin typing your search above and press return to search.

BUMN kembangkan program pemberdayaan kelompok petani kopi Arabika Kintamani

Pemerintah indonesia melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) falam hal ini PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) bersama  PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) berkolaborasi untuk mengembangkan dan memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

BUMN kembangkan program pemberdayaan kelompok petani kopi Arabika Kintamani
X
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com

Elshinta.com - Pemerintah indonesia melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) falam hal ini PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) bersama PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) berkolaborasi untuk mengembangkan dan memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Salah satu bentuk kolaborasi nyata dari Askrindo dan PNM diantaranya adalah mengembangkan sentra industri petani Kopi Kintamani yang berada di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Untuk meningkatkan kualitas kopi dibutuhkan konsep penanaman dan penyemaian biji kopi secara holistik, mengingat peluangnya sangatlah prospektif karena konsumen dunia sudah mengarah ke produk kopi nonkonvensional.

Maka dengan demikian tantangan ke depan dalam usaha komoditas kopi adalah bagaimana caranya meningkatkan daya saing Kopu Kintamani baik di level nasional maupun internasional. Askrindo dan PNM berkolaborasi memberikan dukungan sarana dan prasarana sekaligus pendampingan.

Pernyataan tersebut disampaikan Corporate Secretary PT Askrindo, Cahyo Hari Purwanto dalam bentuk Program Pemberdayaan Kelompok Petani Kopi Arabika Kintamani “Langit Bali” di Banjar Lampu, Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Bali.

“Awalnya, kami targetkan satu kampung itu, tapi laporan yang masuk katanya baru 10 petani, terakhir malah sudah 22 petani. Itu berarti ada lahan 22 hektar. Jika itu digabungkan, maka daya saing dan harganya pasti akan berbeda jika hanya seorang petani,” kata Cahyo Hari Purwanto selaku Sekretaris Perusahaan PT Askrindo di Kintamani, Kabupaten Bangli, Rabu (28/2).

Pihaknya melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senantiasa menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Untuk memberikan pelatihan kepada Petani Kopi Arabika Kintamani “Langit Bali” di Banjar Lampu, Desa Catur, Kecamatan Kintamani mulai dari budidayanya, pascapanen, lalu produk, roast bean, bubuk dan kopi jadi.

Perkebunan Kopi Arabika di Desa Catur sendiri mencapai luasan 470 hektar yang terbagi dalam 8 Subak. Kopi dibudidayakan secara tradisional, hanya menggunakan pupuk bio organik atau non kimiawi, tanpa menggunakan pupuk kimia atau anorganik, demikian pula dalam pemberantasan hama dan penyakit tanaman tanpa menggunakan pestisida kimiawi.

Askrindo merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam asuransi/penjaminan, juga merasa berkepentingan untuk memberikan sumbangsihnya dalam pembangunan ekonomi Bangsa dan Negara Republik Indonesia.

“Askrindo berkolaborasi dengan PNM dalam memberikan pendampingan hingga dukungan sarana prasarana kepada kelompok usaha tani kopi di Desa Catur yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi kopi agar memberikan daya saing di kancah internasional,” pungkasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire