Tekan harga beras, Bupati Sukoharjo lanjutkan pasar pangan murah
Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah Etik Suryani menegaskan program pasar pangan murah tetap digiatkan sebagai upaya menyediakan kebutuhan dasar masyarakat yang terjangkau. Hal ini sebagai upaya mengurangi beban masyarkat dengan naiknya harga komoditas pangan secara umum.

Elshinta.com - Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah Etik Suryani menegaskan program pasar pangan murah tetap digiatkan sebagai upaya menyediakan kebutuhan dasar masyarakat yang terjangkau. Hal ini sebagai upaya mengurangi beban masyarkat dengan naiknya harga komoditas pangan secara umum.
Bupati Etik Suryani mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat khususnya bahan pangan pokok. Salah satunya dengan menggelar pasar pangan murah di kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) setiap hari Jumat. Harga pangan yang dipatok dalam pasar pangan murah ini dibawah harga pasaran.
Beras, gula, tepung, dan minyak goreng dipasok oleh Gudang Bulog Surakarta. Sedangkan sayuran dan sejumlah komoditas olahan disediakan oleh kelompok tani lokal. Tetapi memang pembelian dibatasi agar lebih tepat sasaran. "Program lanjut terus," kata Bupati.
Menurut Etik, program pangan murah merupakan inisiatif dari pemerintah daerah bekerja sama dengan Bulog. Program ini masih dibarengi dengan penyaluran beras cadangan pangan pemerintah (CPP) yang masih bergulir menjangkau seluruh wilayah. Pemerintah daerah memantau langsung penyaluran CPP hingga tingkat desa.
Pihaknya berharap, bantuan beras ini cukup membantu meringankan beban biaya hidup untuk warga kurang mampu ditengah mahalnya harga beras. "Kan lumayan untuk 10 hari tidak beli beras, uang bisa digunakan untuk kebutuhan lain," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (28/2).
Masih menurut bupati, Pemkab Sukoharjo mencatat jumlah penerima bantuan beras dalam program CPP tahun 2024 sangat banyak 72.386 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Warga penerima bantuan tersebar di 167 desa dan kelurahan di 12 kecamatan. Sesuai dengan yang disampaikan oleh pemerintah pusat, CPP 2024 akan diterimakan dalam dua tahap.
Tahap pertama untuk Bulan Januari - Maret dan tahap kedua diberikan pada Bulan April - Juni. Warga yang mendapatkan udangan pengambilan saja yang dilayani, artinya warga yang masuk data penerima tahun 2024.