680 pedagang meriahkan Tradisi Dandangan Kudus
Antusiasme masyarakat Kudus Jawa Tengah dalam menyambut datangnya bulan puasa sangat kental terasa. Hal ini dibuktikan dengan adanya tradisi Dandangan. Tahun ini akan dilaksanakan dari tanggal 1 hingga 11 Maret 2024 diseputaran Alun-Alun Kulon dan sejumlah ruas jalan yang mengakses ke kawasan Masjid Menara Kudus.

Elshinta.com - Antusiasme masyarakat Kudus Jawa Tengah dalam menyambut datangnya bulan puasa sangat kental terasa. Hal ini dibuktikan dengan adanya tradisi Dandangan. Tahun ini akan dilaksanakan dari tanggal 1 hingga 11 Maret 2024 diseputaran Alun-Alun Kulon dan sejumlah ruas jalan yang mengakses ke kawasan Masjid Menara Kudus.
Penjabat Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie mengatakan tradisi Dandangan merupakan tradisi yang sudah ada sejak 500 tahun lalu. Tradisi Dandangan menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi warga Kudus. "Tahun ini ada yang berbeda dalam pengemasan tradisi Dandangan", katanya, Rabu (28/2).
Dandangan merupakan integrasi banyak aspek maka tradisi ini dihidupkan kembali jadi ada unsur kebudayaan yang mendatangkan pelawak kenamaan Kirun dan juga unsur keagamaan adanya ustadz seperti habib Husein Ja'far Al hadar dan lain sebagainya. Untuk unsur ekonomi ada 680 pedagang yang terlibat mulai pedagang fashion, mainan anak-anak, kuliner dan sebagainya. "Kami utamakan pedagang lokal Kudus karena banyak masukan pada tahun lalu pedagang Kudus banyak yang jadi penonton, justru didominasi pedagang luar daerah", ungkap Hasan.
Ditambahkan, pada tahun 2023 pengunjung dandangan sekitar 60 ribu orang selama 10 hari berlangsung dengan perputaran uang sebanyak Rp. 14 miliar lebih. Dimungkinkan pada tahun ini akan semakin banyak yang datang karena ada hari libur nasional. Prediksi tahun ini ada 70 ribu orang dengan perputaran uang sekitar Rp 15 miliar lebih.
"Kami harap even tahunan ini mendunia apalagi tahun 2021 acara tradisi Dandangan sudah diakui menjadi warisan budaya tak benda sehingga orang tertarik untuk datang ke acara Dandangan", imbuhnya.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Andi Imam Santoso menyampaikan tradisi Dandangan kali ini dipusatkan di alun-alun kulon (taman menara) ada 380 pedagang di stand sedangkan ada 300 pedagang lesehan. "Kami sudah buat skema pengalihan arus lalin bersama dengan pihak terkait sehubungan digunakan sejumlah ruas jalan untuk tenda tenda maupun yang lesehan", ujar Andi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (28/2).