Wajah baru Pasar Sentul Yogyakarta usai direvitalisasi dilengkapi fasilitas modern
Pasar tradisional Sentul Yogyakarta telah selesai direvitalisasi. Wajah baru Pasar Sentul dengan konsep fasade menggunakan arsitektur Indisc kini dilengkapi fasilitas-fasilitas yang modern seperti mal.

Elshinta.com - Pasar tradisional Sentul Yogyakarta telah selesai direvitalisasi. Wajah baru Pasar Sentul dengan konsep fasade menggunakan arsitektur Indisc kini dilengkapi fasilitas-fasilitas yang modern seperti mal.
Pasar Sentul dibangun 3 lantai, yaitu 2 lantai ditambah dengan rooftop. Pasar tradisional ini lengkapi fasilitas utama, terdiri dari kios berukuran 3 x 3 dan 2 x 3, los berukuran 1 x 2, dan plaza yang total keseluruhannya akan ditempati kurang lebih 700 pedagang. Pada Lantai 1 akan terdapat 291 pedagang, Lantai 2 menampung 238 pedagang, sementara pada lantai 3 atau rooftop dapat mengakomodasi 48 pedagang. Untuk Plaza rooftop, hanya buka pada pagi hari untuk menampung pedagang luberan.
"Dilengkapi fasilitas mulai tempat parkir kendaraan, ruang pengelola, ATM/perbankan, tempat ibadah, kamar mandi, tempat pelayanan kesehatan, sarana pengamanan, kios Segara Amarta, kamar mandi dan sebagainya. Juga dilengkapi dengan eskalator di lantai 1 dan 2 untuk mempermudah mobilisasi. Pasar ini juga ramah bagi disabilitas," ujar Pj. Walikota Yogyakarta Singgih Raharjo saat peresmian Pasar Sentul, Selasa (27/2/2024).
Untuk pengaturan zonasi, lantai 1 untuk zona pedagang kering dan lantai 2 untuk zona basah seperti daging dan lainnya. Rooftop diperuntukan kuliner, dan akan menampung pedagang yang berasal dari penataan kawasan Cagar Budaya Pakualaman. Nantinya, akan diisi oleh pedagang-pedagang dari Sewandanan dan kios biru Bintaran.
Revitalisasi Pasar Sentul Yogyakarta menelan anggaran Rp23 miliar dari Dana Keistimewaan DIY. Tahapan perencanaan revitalisasi dimulai dengan pembuatan UKL-UPL, Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN), serta pembuatan Detail Engineering Design (DED) pada awal tahun 2023. Tahapan pembangunan dimulai dari groundbreaking, pada Mei 2023 sampai dengan selesai pada Desember 2023.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dalam kesempatan tersebut, mengatakan Pasar Sentul Yogyakarta, mengatakan revitalisasi Pasar Sentul adalah bentuk dukungan pemerintah terhadap keberadaan pasar tradisional, dan para pelaku ekonomi di dalamnya. Revitalisasi Pasar Sentul, dengan memanfaatkan Dana Keistimewaan ini adalah bukti komitmen pelestarian dan pengembangan pasar rakyat sebagai pusat peradaban dan interaksi sosial masyarakat.
“Dalam proses revitalisasi ini, kita tidak hanya memfokuskan diri pada perbaikan prasarana, sarana, dan fasilitas pasar, tapi juga berupaya menyediakan pasar yang lebih modern, bersih, sehat, dan nyaman,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Kamis (29/2).
Revitalisasi Ekonomi merupakan upaya meningkatkan pendapatan pedagang, dan memberikan akses yang luas, terhadap pembiayaan serta sumber produk. Hal ini merupakan langkah strategis untuk mengawal harga dan menjaga inflasi, juga memperkuat posisi Pasar Sentul, sebagai sarana perdagangan dan titik distribusi.
Revitalisasi ini adalah upaya menghadapi tantangan zaman, termasuk persaingan dengan online shopping. Pun, revitalisasi Pasar Sentul diharapkan memperhatikan sisi pengembangan dan penguatan teknologi tepat guna.
“Kami ingin memastikan Pasar Sentul tidak hanya dapat bertahan, tapi juga berkembang di era digital, dengan memanfaatkan keunikan dan berbagai keunggulan yang dimilikinya,” pungkasnya.