Top
Begin typing your search above and press return to search.

BIG dan Pushidrosal kolaborasi survei pemetaaan wilayah kelautan Indonesia 

Badan Informasi Geospasial (BIG) menggelar event internasional The Sixth Expert Meeting of the Working Group on Marine Geospatial Information and International Seminar on United Nations Global Geospatial Information Management digelar di Nusa Dua, Bali pada Senin (4/3/2024).

BIG dan Pushidrosal kolaborasi survei pemetaaan wilayah kelautan Indonesia 
X
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Badan Informasi Geospasial (BIG) menggelar event internasional The Sixth Expert Meeting of the Working Group on Marine Geospatial Information and International Seminar on United Nations Global Geospatial Information Management digelar di Nusa Dua, Bali pada Senin (4/3/2024).

Acara ini dihadiri Muh Aris Marfai selaku Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), kemudian Laksamana Madya TNI Budi Purwanto selaku Komandan Pusat Hidro Oseanografi Angkatan Laut (Danpushidrosal) dan Antonius Bambang Widjanarto selaku President of United Nations Global Geospatial Information Management for Asia and the Pacific (UN-GGIM-AP) beserta sejumlah tamu undangan serta perserta lainnya.

Menurut BIG, air permukaan, meliputi danau, sungai, delta, laut, dan samudera, membentuk sekitar 70 persen permukaan bumi. Air sangat penting bagi pembangunan sosio-ekonomi, produksi energi dan pangan, ekosistem yang sehat dan kelangsungan hidup manusia secara keseluruhan.

“Air merupakan inti dari adaptasi terhadap perubahan iklim dan berfungsi sebagai penghubung penting antara masyarakat, ekonomi global, dan lingkungan,” kata Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Muh Aris Marfai di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin (4/3).

Seiring dengan meningkatnya ketergantungan global terhadap air dan sumber dayanya, Informasi Geospasial (IG) kelautan dibutuhkan pemerintah untuk mendukung pengelolaan dan administrasi laut, samudera, wilayah pesisir, serta perairan pedalaman yang berbasis data.

Namun ternyata hingga saat ini IG kelautan masih belum banyak tersedia dan sulit diakses untuk pengambilan kebijakan dan pengambilan keputusan. Peningkatan ketersediaan dan aksesibilitas informasi komprehensif berbasis lokasi, dapat bermanfaat bagi banyak sektor di bidang kelautan.

Manfaat tersebut juga dapat dirasakan pada pelayaran komersial dan navigasi yang aman; pengelolaan sumber daya kelautan; ekonomi biru; manajemen dan tanggap darurat; serta penegakan hukum dan pertahanan maritim.

Komite Ahli Informasi Geospasial Global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang biasa disebut United Nations Committee of Experts on Global Geospatial Information (UN-GGIM) menyadari pentingnya lingkungan laut sebagai komponen kunci pengaturan IG nasional.

Hal ini penting untuk administrasi, pengelolaan dan tata kelola ruang darat dan laut yang efektif, serta sumber daya geospasial nasional.

Pada sesi ketujuh di Agustus 2017, UN-GGIM membentuk Kelompok Kerja Informasi Geospasial Kelautan (Marine Geospatial Information Working Group) dan mengesahkan kerangka acuannya. IG kelautan mencakup perairan daratan dan saluran air, zona pesisir, laut dan samudera yang berkontribusi terhadap ketersediaan dan aksesibilitas informasi berbasis lokasi yang komprehensif.

UN-GGIM memutuskan bahwa Kelompok Kerja Informasi Geospasial Kelautan mengadakan pertemuan keenam dan seminar internasional di Bali, bersamaan dengan pertemuan ke-15 Kelompok Kerja Infrastruktur Data Spasial Kelautan Organisasi Hidrografi Internasional (IHO MSDI), juga pertemuan Kelompok Kerja Domain Kelautan Konsorsium Geospasial Terbuka (OGC MDWG).

Pertemuan keenam Kelompok Kerja Informasi Geospasial Kelautan PBB diselenggarakan BIG bersama Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut. Pertemuan ini memungkinkan anggota kelompok kerja meninjau dan mendiskusikan pengelolaan IG kelautan untuk mendukung prioritas pembangunan nasional. Termasuk kemampuan untuk mengatasi perubahan iklim. tantangan terkait dan meningkatkan ketahanan.

“Mari bekerja sama untuk merumuskan hasil positif demi meningkatkan manajemen geografis untuk organisasi, komunitas, negara, dan tentunya seluruh planet ini,” lanjut Muh Aris Marfai seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Selasa (5/3).

Pada acara ini, juga akan dilaksanakan seminar internasional tentang manajemen IG global PBB dengan tema 'Manajemen Informasi Geospasial Kelautan yang Efektif dan Terintegrasi.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire