Top
Begin typing your search above and press return to search.

12 anak autis ikuti pelatihan mural 

Peran aktif pemerintah masih sangat penting diperlukan dalam memberikan pembinaan utamanya pada anak-anak autis karena di masyarakat masih ada stigma negatif pada anak-anak autis.

12 anak autis ikuti pelatihan mural 
X
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Peran aktif pemerintah masih sangat penting diperlukan dalam memberikan pembinaan utamanya pada anak-anak autis karena di masyarakat masih ada stigma negatif pada anak-anak autis.

“Yang harus dimengerti adalah autisme itu bukan merupakan penyakit namun merupakan gangguan tumbuh kembang anak,” ungkap M. Cahyadi, Founder dan CEO Malang Autis Center saat menggekar Workshop Rupa Citra by Wouww.com di Gedung MCC Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (5/3).

Pada workshop bertema “Pengembangan Kreatifitas dan Kemandirian Autisme“, M.Cahyadi mengajak pemerintah daerah baik itu di Kabupaten/Kota Malang dan Kota Batu untuk lebih memperhatikan dan memberdayaakan dengan membantu serta melatih Autisme maka tidak akan terjadi kemandirian sosial dan ekonomi.

“Dari data Kementerian Perempuan dan Anak 2018 ada 3,9 juta anak autis dan data tersebut hingga 2022. Nah kalau ada 4 persennya maka baik di kota, kabupaten dan Batu ada sekitar 190 ribu anak autis,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Selasa (5/3).

Sehingga sangat diperlukan dukungan riil dari pemerintah daerah untuk mereka, tambahnya.

“Tentu saja pendampingan dan perhatian bagi anak autis tidak bisa langsung dibutuhkan kesabaran dalam mendampinginya hasilnya bisa dilihat dari karya seni mural yang dihasilkan 12 anak autis ini membuktikan mereka siap untuk mandiri secara sosial,” tandasnya.

Sementara itu pihak wouww.com selaku pihak swasta Riky Susanto menyatakan mengecat itu merupakan kegiatan yang menyenangkan .
“Apalagi dilakukan keluarga, karena itu dengan melibatkan Malang Autis Center (MAC) dapat dilihat hasil karya penyandang Autisme yang diharapkan dapat menjadi dasar keahlian tentu saja peserta nantinya mendapat sertifikat yang bisa jadi bekal keahlian,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Malang, Donny Sandito mengapresiasi upaya swasta dengan MAC menggelar pelatihan bagi penyandang Autisme.

“Dinas sosial sangat terbuka dan siap untuk berkolaborasi dengan siapa saja utamanya pada anak berkebutuhan khusus atau ABK apalagi dengan digelarnya pelatihan dasar seperti saat ini akan siap membantu penyandang Autisme menuju kemandirian sosial dan ekonomi,” tandasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire