Top
Begin typing your search above and press return to search.

JAMMI apresiasi langkah KSAD utamakan dialog selesaikan konflik di Papua

Jaringan Mubaligh Muda Indonesia (JAMMI) mengapresiasi upaya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang utamakan dialog dari pada operasi bersenjata dalam penyelesaian konflik di Papua. 

JAMMI apresiasi langkah KSAD utamakan dialog selesaikan konflik di Papua
X
Sumber foto: ME Sudiono/elshinta.com.

Elshinta.com - Jaringan Mubaligh Muda Indonesia (JAMMI) mengapresiasi upaya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang utamakan dialog dari pada operasi bersenjata dalam penyelesaian konflik di Papua.

"Pendekatan KSAD yang lebih memilih upaya dialog patut kita dukung. Pasalnya pendekatan dialog mengedepankan aspek kemanusiaan dari pada angkat senjata," kata Koordinator Nasional JAMMI, Irfaan Sanoesi dalam keterangan persnya, Kamis (7/3/2024).

Irfaan menekankan pendekatan dialog juga menunjukkan bahwa wajah Tentara Nasional Indonesia (TNI) humanis. Selain itu, melalui dialog bisa membuka ruang dimana kearifan lokal khas Papua bisa diakomodir dengan baik.

"Dari dialog, para pihak di Papua bisa mencari titik temu yang akan membawa kemaslahatan bagi semua pihak. Misalnya, bisa saja bahwa pembangunan masif infrastruktur di Papua itu hanya berdasarkan keinginan kaca mata pemerintah pusat." ujarnya.

"Meski menurut kaca mata kita memang pembangunan infrastruktur itu penting bagi Papua. Tapi kan bisa saja masyarakat di sana beda pandangan," tambahnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, ME Sudiono, Jumat (8/3).

Menurutnya perbedaan pandangan itulah yang bisa saja membuat sebagian kelompok menginginkan berpisah dari wilayah NKRI.

"Disini urgensi dialog, semua pihak duduk bersama. Ketemu logika pusat dan masyarakat Papua asli. Sebab itu, komitmen Pak KSAD mengedepankan dialog harus kita dukung bersama," sambungnya.

Dia mengatakan bahwa operasi senjata bukan solusi guna menyelesaikan masalah di Papua. Bukan berarti peralatan TNI tidak lengkap. Tapi akan mengakibatkan banyak warga Papua gugur berjatuhan.

"Concern utama Pak Maruli adalah tidak ada jatuh korban. Yang harus menjadi titik tekan adalah mereka yang bergabung di kelompok separatisme itu bisa kembali ke pangkuan ibu pertiwi." katanya.

"Itulah kenapa pendekatan dialog adalah misi mulia memulihkan tenun kebangsaan di Papua. Memulihkan saudara sebangsa dan setanah air mencintai kembali tanah airnya," tutupnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire