Top
Begin typing your search above and press return to search.

Sungai Gelis Kudus kembali telan korban

Aliran sungai Gelis  RT 08 RW 01 Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus kembali menelan korban. Kali ini seorang anak bernama Muhammad Tirta Hasan (5) meninggal dunia tenggelam, Kamis (7/3).

Sungai Gelis Kudus kembali telan korban
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com

Elshinta.com - Aliran sungai Gelis RT 08 RW 01 Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus kembali menelan korban. Kali ini seorang anak bernama Muhammad Tirta Hasan (5) meninggal dunia tenggelam, Kamis (7/3). Sebelumnya, kisah setahun lalu di lokasi yang sama terdapat 3 orang anak meninggal dunia ketika pulang salat Jumat dan mandi di sungai tersebut.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus Ahmad Munaji mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan adanya anak tenggelam di Sungai Gelis. Dimana informasi yang dihimpun korban bersama saudara kembarnya bersama Muhammad Tejo Husein mandi di sungai dan tidak bisa berenang. Korban tengelam di aliran sungai di kedalaman sekitar 3 meter.

"Air sungai masih cukup dalam karena habis banjir," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (8/3).

Untuk kronologis kejadian, pada pukul 11.00 WIB korban bersama saudara kembarnya serta satu temannya yang bernama Ariel bermain di taman Kanak-kanak. Pada pukul 11.25 WIB korban sehabis jajan di warung korban berniat mandi di Sungai Gelis namun, Ariel pulang ke rumah tidak ikut mandi. Pada pukul 11.30 WIB. Korban mandi di sungai ke tengah sedangkan kembarannya Husain mandi di pinggir. Karena tidak bisa berenang akhirnya terpeleset dan terbawa arus.

Melihat saudaranya tenggelam Husain menangis dan meminta tolong ke warga. Selajutnya diteruskan ke pihak terkait. "Sekitar pukul 13.45 WIB korban diketemukan warga di seberang jembatan tidak jauh dari lokasi mandi dalam kondisi meninggal dunia", ujar Munaji.

Kemudian oleh Tim Recue dievakuasi selanjutnya dibawa ke rumah duka. Hasil visum dokter Puskesmas Rendeng tidak ditemukan adanya tanda-tanda unsur kekerasan fisik. Jenazah korban kemudian diserahterimakan ke pihak keluarga untuk dimakankan.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire