Siti Nurbaya saksikan tiga helikopter lepas Harimau Sumatera ke TNGL
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara dan Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan pelepasliaran Harimau Sumatera bernama 'Ambar' dan 'Beru Situtung' ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dari Lanud Suwondo, Medan

Elshinta.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara dan Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan pelepasliaran Harimau Sumatera bernama 'Ambar' dan 'Beru Situtung' ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dari Lanud Suwondo, Medan, Rabu (6/3).
Pelepasliaran Harimau Sumatera dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Mr. Goldsmith, Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi, Pangdam l/BB Mayjen TNI Mochammad Hasan, Sekda Kabupaten Langkat Amril, Komandan Lanud Suwondo dan Kapolres Langkat AKBP Faisal Rahmat Husein Simatupang.
Seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Jumat (8/3), kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya penyelamatan satwa liar dari konflik satwa dan manusia yang telah melalui proses rehabilitasi untuk mengembalikan ke habitat aslinya di Taman Nasional Gunung Leuser.
Pelepasliaran Harimau Sumatera menggunakan tiga helikopter dari TNI AU dan Polda Sumatera Utara. Harimau Sumatera yang bernama Ambar adalah harimau betina diperkirakan berumur 5-6 tahun merupakan satu individu harimau yang ditangkap oleh BBKSDA Sumut pada tanggal 21 Desember 2022 menggunakan kandang pasang yang berasal dari Dusun Aras Napal Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Sementara Harimau Sumatera yang bernama Beru Situtung juga harimau betina dengan perkiraan umur 3-4 tahun yang di selamatkan di kawasan Hutan Lindung Sungai Tengah, Aceh Selatan.
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian LHK Setyawan Pudyatmoko menyampaikan, lokasi pelepasliaran Harimau Sumatera yaitu di hutan TNGL yang jauh dari aktivitas masyarakat dan keasrian hutan yang masih terjaga. Ditambah lagi banyaknya mangsa buruan seperti Rusa dan Babi Hutan.
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan pelepasliaran Harimau Sumatera ke habitat aslinya di Taman Nasional Gunung Leuser. Ini juga mengantisipasi kepunahan dari satwa tersebut.
Kegiatan ini adalah mencegah kehilangan keanekaragaman hayati dalam pembangunan berkelanjutan untuk memperkuat kondisi sosial budaya dan ekonomi, ini salah satu program adalah melakukan upaya-upaya konservasi baik ekosistem maupun spesiesnya untuk mencegah kehilangan keanekaragaman hayati. "Keanekaragaman hayati adalah modalitas yang berguna untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia," pungkasnya.