Top
Begin typing your search above and press return to search.

8 Maret 1943: Mengenang dr. Tjipto Mangunkusumo, sosok dokter 'pemberontak' inspiratif dalam sejarah kemerdekaan Indonesia

Elshinta.com, Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaannya pada tanggal 8 Maret 1943. Ialah sosok Tjipto Mangunkusumo, seorang intelektual, aktivis, dan pemimpin nasionalis. Tjipto Mangunkusumo telah memberikan kontribusi yang besar dalam gerakan kemerdekaan Indonesia.

8 Maret 1943: Mengenang dr. Tjipto Mangunkusumo, sosok dokter pemberontak inspiratif dalam sejarah kemerdekaan Indonesia
X
Palawan Nasional dr Cipto Mangunkusumo. (https://tinyurl.com/4dajcvte)

Elshinta.com - Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaannya pada tanggal 8 Maret 1943. Ialah sosok Tjipto Mangunkusumo, seorang intelektual, aktivis, dan pemimpin nasionalis. Tjipto Mangunkusumo telah memberikan kontribusi yang besar dalam gerakan kemerdekaan Indonesia.

Lahir pada 4 Maret 1886 di desa Pecangakan, Jepara, keluarganya tidak termasuk golongan priyayi birokratis yang tinggi kedudukan sosialnya. Tjipto menempuh pendidikan di STOVIA, teman-teman dan guru-gurunya menilai Tjipto sebagai pribadi yang jujur, berpikiran tajam, dan rajin. “Een begaafd leerling”, atau murid yang berbakat adalah julukan yang diberikan oleh gurunya kepadanya.

Mengutip voi.id, ia lulus menjadi dokter bumiputra tanpa gangguan berarti pada 1905. Kepekaan terhadap kaum bumiputra semakin terlihat kala Tjipto menjadi sukalerawan yang ikut memerangi wabah pes di Malang. Keterlibatan Tjipto beralasan. Banyak dokter Belanda yang enggan terjun ke pelosok negeri. Di situlah jiwanya terpanggil untuk membantu.

Tidak lama kemudian, timbul wabah (pes) di daerah Malang, Jawa Timur. Tjipto menawarkan jasanya sebagai sukarelawan, untuk memberantas wabah tersebut. Berkat bantuannya itu, Tjipto mendapat penghargaan dari Ratu Belanda atas dedikasinya itu. Namun perhargaan itu ditolak mentah-mentah oleh Tjipto.

Kondisi kolonial membuat Tjipto geram dan memutuskan untuk menarik dirinya dari organisasi Budi Utomo. Ia bersama kawannya Ernest Douwes Dekker, dan Soewardi Soerjanigrat (kemudian dikenal Ki Hajar Dewantara) membentuk Indische Partij pada tahun 1912. Sebuah partai politik yang bertujuan membangun patriotisme bagi semua golongan rakyat Hindia Belanda terhadap tanah air. Ketiganya kemudian dijuluki tiga serangkai.

Perjuangan politik Indische Partij membuat tiga serangkai diasingkan ke Belanda. Tensi perlawanannya tak menurun. Ketiga tetap menggalang dukungan di Belanda. Namun, karena masalah kesehatan Tjipto terpaksa diasingkan ke Banda Neira.

Dalam pembuangan, penyakit asmanya kambuh. Beberapa kawan Tjipto kemudian mengusulkan kepada pemerintah agar Tjipto dibebaskan. Ketika Tjipto diminta untuk menandatangani suatu perjanjian bahwa dia dapat pulang ke Jawa dengan melepaskan hak politiknya, Tjipto secara tegas mengatakan bahwa lebih baik mati di Banda daripada melepaskan hak politiknya.

Tjipto kemudian dialihkan ke Bali, Makasar, dan pada tahun 1940 Tjipto dipindahkan ke Sukabumi. Tjipto meninggal dunia pada 8 Maret 1943 akibat penyakit asma.

Sumber : 18

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire