Jumat, 24 November 2017

Kepercayaan publik terhadap TNI meningkat

Rabu, 11 November 2015 08:13

Foto: Antara Foto: Antara
Ayo berbagi!

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa kepercayaan rakyat pada TNI telah meningkat, bahkan peningkatan pada tahun 2015 merupakan tertinggi dibandingkan dengan instansi/lembaga lain.

"Tahun 1998, kepercayaan rakyat Indonesia kepada TNI berada pada posisi terendah," katanya saat memberikan pembekalan kepada 972 prajurit Koarmatim di Gedung Panti Armada Koarmatim Ujung, Surabaya, Selasa (10/11).

Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman dalam keterangan pers yang diterima Antara di Surabaya, Rabu (11/11), menyebutkan pembekalan Panglima TNI juga dihadiri oleh KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, KSAD Jenderal TNI Mulyono, dan Wakasau Marsdya TNI Bagus Puruhito.

Selain itu, hadir pula Pangarmatim Laksda TNI Darwanto, para Asisten Panglima TNI, dan para Pangkotama TNI Angkatan Laut Wilayah Timur.

Menurut Panglima TNI, kepercayaan rakyat kepada TNI lambat laun semakin meningkat dan kepercayaan rakyat terhadap TNI pada tahun 2015 menempati urutan tertinggi dibanding instansi dan lembaga negara lainnya.

"Profesionalisme prajurit TNI itu telah meningkatkan kepercayaan rakyat Indonesia kepada TNI," kata orang nomor satu di jajaran TNI itu.

Oleh karena itu, Panglima TNI mengingatkan untuk menghindari tindakan yang menyakiti hati rakyat demi kepentingan pribadi.

Panglima TNI mengaku telah berkomitmen dengan para Kepala Staf Angkatan untuk tidak melakukan pembelaan sedikit pun bagi prajurit yang melakukan pelanggaran tertentu, bahkan akan diberikan hukuman tambahan, pemecatan.

Alasannya, Panglima TNI lebih mencintai prajuritnya yang berjumlah 400.000 lebih daripada orang perorang yang demi kepentingan pribadinya rela mengorbankan nama baik TNI.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan rasa bangga kepada prajurit Koarmatim karena masih mampu melaksanakan tugas dengan baik, terutama pada saat puncak perayaan HUT Ke-70 TNI yang dilaksanakan di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten.

Saat itu, para prajuritnya mampu menunjukkan bahwa TNI kuat, hebat dan profesional, siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

"Kehebatan yang ditunjukkan para prajurit TNI pada saat demonstrasi pertempuran dengan menggunakan peluru tajam yang dilaksanakan dengan sangat profesional sehingga tidak menimbulkan kerugian personel maupun material, perlahan tapi pasti telah mempengaruhi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga penguatan nilai tukar yang tertinggi di seluruh dunia," katanya.

Hal lain yang menjadi penekanan Panglima TNI adalah soliditas dan kekompakan prajurit TNI, baik tingkat Satker, Kotama, Angkatan dan TNI pada umumnya.

Selain itu, Panglima TNI juga mengingatkan untuk selalu menjaga hubungan baik dengan masyarakat, membina fisik dan kesamaptaan jasmani dengan cara rutin berolahraga.

Menyangkut rencana ke depan tentang pemberdayaan masyarakat maritim sebagai potensi nasional yang bisa dikembangkan menjadi potensi pertahanan, Panglima TNI telah menyusun program pembinaan dan peningkatan kesejahteraan nelayan.

Salah satunya dengan membangun kapal yang terintegrasi untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti mampu mengangkut BBM, logistik dan perbankan, sehingga Angkatan Laut bisa bersinergi dengan masyarakat nelayan.

Dalam kesempatan terpisah (10/11), Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti juga melakukan pembekalan kepada ratusan anggota Polda Jatim, termasuk sejumlah Bintara juga ikut dalam acara di Gedung Mahameru Mapolda Jatim itu.

"Pembinaan kita selama ini keliru, mestinya Bintara juga harus dipintarkan, karena merekalah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Mereka merepresentasikan kehadiran negara. Kalau mereka berhasil, maka masyarakat merasakan negara hadir, tapi kalau tidak berhasil, maka akan sebaliknya," katanya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar