Di Kudus tandai awal Ramadan tabuh Bedug Menara
Perayaan tradisi masyarakat Kudus Jawa Tengah dalam menyambut datangnya bulan ramadan (Dandangan) memasuki puncaknya.

Elshinta.com - Perayaan tradisi masyarakat Kudus Jawa Tengah dalam menyambut datangnya bulan ramadan (Dandangan) memasuki puncaknya. Dimana, untuk menandai tanggal 1 Ramadan, Pemkab Kudus mengelar Kirab Dandangan yang berlangsung di Alun-Alun kulon atau Alun-Alun Menara Kudus yang dilanjutkan dengan menabuh Bedug di puncak menara Masjid Al-aqsha Menara Kudus sebagai penanda awal ramadan, Senin Petang (11/3).
Dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Pj Bupati Kudus Muhammad Hasan Chabibie yang turut menyemarakan kirab bersama jajaran Forkopimda menyampaikan tradisi Dandangan merupakan tradisi yang sudah ada ratusan tahun lalu yang tetap dijaga hingga sekarang. Kirab ini merupakan visualisasi tradisi Dandangan. Tradisi ini sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda. Kegiatan ini dipusatkan dikawasan Alun-alun kulon sebagaimana pada zaman dahulu banyak warga Kudus yang menunggu pengumuman penetapan 1 Ramadan oleh Sunan Kudus sambil berdagang dan sebagainya.
Selain itu, gelaran Dandangan juga salah satu wujud nguri-uri budaya. Sebab, tradisi tersebut diwariskan oleh Sunan Kudus Syekh Jafar Sodiq. Awalnya Dandangan adalah kegiatan menabuh bedug sebagai media mengumumkan masuknya bulan suci Ramadan. Saat ini, Dandangan dimeriahkan dengan adanya produk UMKM lokal. "Ini merupakan upaya kita untuk nguri-uri kearifan lokal sekaligus warisan dari Sunan Kudus Syekh Jafar Sodiq. Semoga tetap lestari," ungkapnya.
Meningkatnya perekonomian masyarakat menjadi bukti meskipun Sunan Kudus telah meninggal, tetap menghadirkan manfaat. Hasan menjelaskan hal itu menjadi pengingat dan teladan masyarakat untuk terus memberi manfaat bagi sesama. "Sunan Kudus sampai sekarang tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Ini pengingat untuk kita semua agar terus memberi manfaat bagi sesama," terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati juga menabuh Bedug diatas Menara. Hal ini untuk menandai awal bulan Ramadan 1445 Hijriyah. Sementara itu, tokoh-tokoh agama maupun masyarakat menunggu dibawag Menara. Sebelumnya juga dilakukan tradisi nyadran dan ke Makam Sunan Kudus (Syekh Ja'far Sodiq). Para peserta yang hadir mengenakan pakaian adat kudusan yakni atas baju koko warna putih dan bersarung serta berikat kepala sedangkan perempuan mengenakan baju kebaya putih berbaju rok batik dengan kerudung warna oranye.
Dalam acara tradisi Dandangan yang digelar selama 10 hari ini berlangsung disepanjang Jalan Sunan Kudus dari kawasan Menara sampai Alun-Alun Simpang Tujuh. Dimana, setiap hari terdapat 5-7 ribu masyarakat datang untuk berwisata belanja maupun kuliner, sebab ada 700an pelaku UMKM yang turut menyemarakan bahkan omzet perhari lebih dari Rp. 1 miliar. Pemkab Kudus sendiri memprediksikan ada transaksi Rp. 15 miliar dalam kegiatan tersebut.