12 Maret 1967: Presiden Soeharto ambil alih kepemimpinan Indonesia
Elshinta.com, Pada tanggal 12 Maret 1967, sebuah peristiwa bersejarah mengguncang panggung politik Indonesia. Presiden Soeharto dilantik sebagai pemimpin negara setelah krisis politik yang menggoyahkan fondasi kestabilan di negara tersebut.

Elshinta.com - Pada tanggal 12 Maret 1967, sebuah peristiwa bersejarah mengguncang panggung politik Indonesia. Presiden Soeharto dilantik sebagai pemimpin negara setelah krisis politik yang menggoyahkan fondasi kestabilan di negara tersebut.
Dilahirkan sebagai hasil dari pergolakan politik yang memuncak dalam apa yang dikenal sebagai 'Gerakan 30 September', masa kepresidenan Soeharto menandai era baru dalam sejarah Indonesia, ditandai dengan fokus yang kuat pada stabilisasi politik, reformasi ekonomi, dan pembangunan nasional.
Sebelum dilantik sebagai presiden, Soeharto adalah seorang jenderal dalam Angkatan Darat Indonesia yang berperan penting dalam menghadapi krisis politik yang melanda negara tersebut. Gerakan 30 September 1965 telah mengguncang fondasi politik Indonesia, dengan upaya kudeta yang gagal yang menargetkan Presiden Sukarno. Kondisi politik yang tidak stabil, ditambah dengan ketidakpastian ekonomi, membawa negara ini ke ambang kehancuran.
baca juga Hasil sidang MPRS dan pergantian kepemimpinan Presiden RI
Dengan terjadinya peristiwa Gerakan 30 September, Soeharto memainkan peran penting dalam menumpas kelompok-kelompok yang terlibat dalam kudeta tersebut. Pada saat yang sama, dukungan terhadap Soeharto terus tumbuh di kalangan militer dan sipil yang menginginkan stabilitas dan kemajuan ekonomi. Pada tanggal 12 Maret 1967, Soeharto dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia yang baru. Langkah ini dipandang sebagai titik balik dalam sejarah negara tersebut.
Masa kepresidenan Soeharto ditandai dengan fokus yang kuat pada stabilisasi politik dan pembangunan ekonomi. Dikenal dengan kebijakan "Orde Baru" atau "New Order", pemerintahannya bertujuan untuk mengembalikan ketertiban dan menghadirkan kemakmuran bagi rakyat Indonesia. Langkah-langkah reformasi ekonomi yang dilakukannya berhasil menarik investasi asing, mendorong pertumbuhan ekonomi yang pesat, dan mengurangi tingkat kemiskinan.
Meskipun berhasil mencapai kemajuan ekonomi yang signifikan, masa kepresidenan Soeharto tidak terlepas dari kontroversi. Kritik terhadap rezimnya mencakup pelanggaran hak asasi manusia, korupsi, dan otoritarianisme politik. Meskipun demikian, banyak yang melihat kepresidenannya sebagai periode pembangunan yang penting dalam sejarah Indonesia.