Minibus tertabrak kereta api di Ambarawa, tidak ada korban jiwa
Kejadian kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang terjadi di wilayah Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Minggu siang 10 Maret 2024. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Elshinta.com - Kejadian kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang terjadi di wilayah Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Minggu siang 10 Maret 2024. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Kereta wisata jurusan stasiun Ambarawa yang hendak menuju ke Stasiun Tuntang, menabrak sebuah minibus Blind Van yang dikendarai 1 keluarga.
Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra melalui Kasat Lantas AKP Arpan membenarkan kejadian yang terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang wilayah Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa itu.
"Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.36 WIB di perlintasan tanpa palang, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," jelas Arpan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Selasa (12/3).
Kanit Gakkum Ipda Handriyani menjelaskan bahwa kendaraan Daihatsu Grand Max type Blind Van yang dikendarai oleh Andi (40) warga Kecamatan Banyubiru, hendak ke arah Pasar Projo dari arah Bugisan bersama istri dan ke tiga anaknya untuk mengantar dagangan pakan burung.
"Kendaraan berjalan dari arah Bugisan ke arah Pasar Projo Ambarawa untuk mengantar dagangan, menurut keterangan pengemudi saat melintas di perlintasan tanpa palang Kelurahan Kupang, pihaknya tidak memperhatikan dan tidak mendengar klakson kereta, bahwa ternyata ada kereta wisata dengan nomer loko D30124 yang akan melintas dari arah Stasiun Ambarawa ke arah Stasiun Tuntang," ungkapnya.
Ditambahkan Handriyani kembali bahwa semua penumpang termasuk ketiga anak korban selamat, meskipun sempat mendapat perawatan di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa.
"Pengemudi tidak mengalami luka dan istri mengalami luka ringan, untuk ke 3 anak anak pun juga tidak mengalami luka luka. Dan kita juga sudah melakukan pendampingan trauma healing kepada ketiga anak korban," tambahnya.
Masinis Kereta wisata Bahtiar Adi (33) menjelaskan bahwa, saat kejadian pihaknya sudah membunyikan klakson kereta dan kecepatan kereta dibawah 20 km/jam.
"Kereta setiap perjalanan selalu membunyikan klakson kereta, apalagi setiap melintas di jalur perlintasan dengan kendaraan lain. Dan karena kereta ini adalah kereta wisata, kami berjalan dengan kecepetan dibawah 20 Km/jam," ujarnya.