Top
Begin typing your search above and press return to search.

Waspada bencana di IKN, LHSDA OIKN sebut daerah KIPP tak ditemukan kerawanan bencana

Kontur tanah di Ibu Kota Negara bisa dikatakan banyak yang memiliki bukit dan tidak rata hal ini menjadi perhatian bagi beberapa pihak dengan adanya ancaman bencana bagi pembangunan IKN dan pekerja yang terlibat di dalamnya. 

Waspada bencana di IKN, LHSDA OIKN sebut daerah KIPP tak ditemukan kerawanan bencana
X
Sumber foto: Rizkia/elshinta.com

Elshinta.com - Kontur tanah di Ibu Kota Negara bisa dikatakan banyak yang memiliki bukit dan tidak rata hal ini menjadi perhatian bagi beberapa pihak dengan adanya ancaman bencana bagi pembangunan IKN dan pekerja yang terlibat di dalamnya.

Untuk mencegah hal ini Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama dengan dinas terkait daerah Kalimantan Timur mengadakan Rapat Koordinasi Kebutuhan Manajemen dan Penyelenggara Teknis Penanggulangan Bencana di Wilayah Ibu Kota Nusantara.

Deputi Bidang LHSDA OIKN, Myrna A Safitri mengungkapkan kegiatan yang selalu dilaksanakan setiap awal tahun ini untuk memperbaharui kondisi kerawanan bencana yang bisa saja terjadi di IKN.

“Kami selalu lakukan itu untuk kesiapsiagaan dan kami akan memetakan program yang ada di kementerian karena OIKN belum menjalankan fungsi sebagai pemerintahan daerah khusus oleh karena itu kementerian atau pemerintah daerah masih memiliki tugas untuk melaksanakan program dan kegiatannya termasuk di wilayah IKN,” tutur wanita berkacamata ini.

Ia mengungkapkan dengan berkumpulnya intansi terkait ini agar bisa saling mengetahui apa saja program yang sudah jalan dan apa saja kegiatan yang akan disiapkan untuk kedepannya. Termasuk kesiapan personil dan alat pada penanggulangan bencana.

“Jangan sampai setelah ada bencana kita baru bingung mencari,” tegasnya pada awak media yang hadir.

Mencontoh BPBD ia juga merencanakan sistem monitoring yang bisa diakses oleh siapa saja sehingga lebih waspada dengan adanya bencana di sekitar termasuk di IKN nantinya.

“Kami akan mempelajari itu dan nanti melihat bagaimana hal itu bisa dilakukan tapi khusus untuk yang berada diwilayah IKN,” jelasnya lagi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Rizkia, Selasa (12/3).

Bahkan ia juga sangat terbuka jika masyarakat ingin terlibat dengan sistem monitoring waspada bencana pada pembangunan IKN.

“Semua di mulai dari masyarakat yang sadar bahwa mereka dilokasi rawan bencana, tunggu pemerintah datang kelamaan kita mulai dari kesadaran diri dulu,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan dirinya sangat terbuka dengan semua masukan yang ada dari segala instansi terkait dan saat ini sedang mengumpulkan data serta informasi yang akan segera diimplementasikan serta melibatkan masyarakat.

Diungkapkannya hingga saat ini kerawanan seperti kebakaran hutan dan lahan masih terjadi namun pencegahannya sudah sangat baik, lalu beberapa tempat yang tergolong bisa terjadi banjir dan tergenang.

Selain itu longsor juga menjadi salah satu yang diwaspadai pada beberapa titik. Namun, untungnya ketiga kerawanan bencana tersebut tidak ditemukan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang saat ini pembangunannya dilakukan secara besar-besaran.

Pembangunan kawasan inti IKN sendiri makin gencar dilakukan jelang 17 Agustus 2024 mendatang menjelang HUT Republik Indonesia pertama di ibu kota yang baru.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire