Top
Begin typing your search above and press return to search.

Cuaca buruk, pencarian korban tenggelam di Sungai Kaligung dihentikan sementara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal telah memutuskan untuk menghentikan sementara proses pencarian korban tenggelam di Sungai Kaligung, atas nama Masruri. Keputusan ini diambil dikarenakan cuaca yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan operasi pencarian.

Cuaca buruk, pencarian korban tenggelam di Sungai Kaligung dihentikan sementara
X
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal telah memutuskan untuk menghentikan sementara proses pencarian korban tenggelam di Sungai Kaligung, atas nama Masruri. Keputusan ini diambil dikarenakan cuaca yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan operasi pencarian.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa seorang wanita, yang diketahui bernama Tasripah (54), tenggelam dan terbawa arus sampai saliran Sungai Kaligung, Desa Kaladawa, Masruri yang tak lain menantu dari almarhumah Tasripah tenggelam saat sedang berusaha menyelamatkan keluarganya yang terbawa arus Sungai Kaligung, Kabupaten Tegal.

Petugas BPBD Kabupaten Tegal Imam saat dikonfirmasi membenarkan bahwa korban tenggelam adalah seorang wanita usia kurang lebih 54 tahun a.n Tasripah warga Grobog Kulon, Kabupaten Tegal dan berhasil dievakuasi sekitar pukul 09.00 WIB di aliran Sungai Kaligung wilayah Desa Kaligayam.

"kita melakukan evakuasi korban yang sebelumnya kita susur dari aliran Sungai Kaligung Ekoproyo dilanjut sampai aliran Kaligung Kaligayam ini dan alhamdulillah korban berhasil dievakuasi, namun sayang keluarga dari almarhum terjun ke sungai sementara dia tidak bisa berenang dan tanpa alat penyelamatan diri yang akhirnya terbawa arus. Ketahuan terbawa arus satu petugas mencoba menyelamatkan namun korban tidak terlihat akibat arus sungai yang deras," jelasnya kepada Kontribitor Elshinta Hari Nurdiansyah, Selasa (12/3).

Masruri melompat ke dalam sungai untuk menyelamatkan mertuanya, namun sayangnya, arus sungai yang deras membuat Masruri tidak mampu untuk mengendalikan diri dan akhirnya tenggelam.

Melihat hal tersebut, petugas dari BPBD Kabupaten Tegal berusaha untuk menyelamatkan Masruri, namun sayangnya, mereka juga terbawa arus dan hanya berhasil keluar dari sungai dengan selamat. Sedangkan Masruri hingga saat ini masih belum ditemukan.

Atas kejadian ini, pihak BPBD Kabupaten Tegal bersama tim gabungan yang terdiri dari relawan, BPBD Kota Tegal, TNI, dan Polri, langsung melakukan pencarian korban. Namun setelah melakukan pencarian selama satu hari penuh, pihak BPBD harus menghentikan sementara proses pencarian dikarenakan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan dan pencarian korban diputuskan akan dilakukan kembali besok dengan bantuan Basarnas Pemalang dan petugas lainnya.

Petugas BPBD, mengatakan bahwa "Cuaca yang buruk dan arus sungai yang masih deras membuat proses pencarian menjadi tidak aman untuk dilanjutkan. Namun, kami tetap akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan memantau perkembangan cuaca untuk melanjutkan pencarian apabila kondisi sudah memungkinkan." tegasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire