Awal puasa, siswa SMA dan SMK di Bojonegoro dan Tuban diliburkan 2 hari
Pada libur awal permulaan Ramadan ini ribuan siswa SMA dan SMK di Bojonegoro dan Tuban diliburkan selama 2 hari. Saat libur siswa bisa belajar sendiri di rumah masing-masing dan juga bisa mengawali bulan Ramadan bersama keluarga dengan nyaman dan khusuk.

Elshinta.com - Pada libur awal permulaan Ramadan ini ribuan siswa SMA dan SMK di Bojonegoro dan Tuban diliburkan selama 2 hari. Saat libur siswa bisa belajar sendiri di rumah masing-masing dan juga bisa mengawali bulan Ramadan bersama keluarga dengan nyaman dan khusuk.
Sesuai Kalender Pendidikan Rabu 13-14 Maret merupakan libur awal Ramadan dengan tujuan memberi kesempatan siswa siswi SMA dan SMK di wilayah Bojonegoro dan Tuban bisa mengikuti awal puasa Ramadan. Sedang siswa masuk kembali untuk proses belajar pada hari Jumat mendatang, dengan pengurangan waktu belajar.
"Awal Ramadan ini siswa libur 2 hari dan selama bulan Ramadan di kalender pendidikan proses belajar mengajar, setiap mata pelajaran dikurangi 10 menit dari jam hari biasa," kata Hidayat Rahman, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban
Menurut Hidayat, selama Ramadan sekolah SMA dan SMK di Bojonegoro dan Tuban bisa membuat berbagai kegiatan seperti pondok Ramadan dan lainnya yang bisa mendidik siswa dengan baik. "Jadi siswa sendiri bisa menyesuaikan antara mata pelajaran dan kegiatan bulan Ramadan," kata Hidayat seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Andik Setyobudi, Rabu (13/3).
"Sekolah bisa mengolah jadwal sendiri secara fleksibel,yang bisa diatur oleh lembaga masing-masing," tambah Hidayat Rahman.
Dari data Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro dan Tuban ada ribuan siswa yang libur awal permulaan bulan Ramadan di 39 SMAN dan 38 SMKN di Bojonegoro maupun Tuban