Top
Begin typing your search above and press return to search.

Prestasi All England momentum menuju Olimpiade Paris 2024

Achmad Budiharto mengapresiasi perjuangan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, sehingga mengulang sejarah 30 tahun lalu menciptakan all Indonesia final All England 2024.

Prestasi All England momentum menuju Olimpiade Paris 2024
X
Arsip - Pebulutangkis putra Indonesia Jonatan Christie harus terhenti di babak 32 besar Indonesia Masters 2024, setelah kalah dari wakil China Lu Guang Zu dari China dalam drama rubber, di Istora Senayan Jakarta, Rabu (24/1/2024). ANTARA/HO-X/PBSI/pri.

Elshinta.com - Pengamat bulu tangkis Achmad Budiharto mengapresiasi perjuangan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, sehingga mengulang sejarah 30 tahun lalu menciptakan all Indonesia final All England 2024.

Menurut Achmad Budiharto, tidak mudah bagi Ginting mengalahkan Christo Popov dari Perancis di semifinal dengan skor 19-21, 21-5, 21-11. Demikian juga Jonatan mengalahkan tunggal putra India dengan Rubber game 21-12, 10-21, 21-15.

"Ini kejutan yang menyenangkan, setelah prestasi cabang olah raga bulutangkis tidak baik-baik saja. Prestasi ini menjadi momentum yang baik, kedua pemain akan mendapat poin tinggi dan pengalaman menuju Olimpiade Paris 2024. Karena dua turnamen ini, All England dan Olimpiade memiliki sedikit kesamaan," ujar Ahmad Budiharto dalam wawancara di Radio Elshinta Minggu (17/3).

Achmad Budiharto menjelaskan, turnamen All England adalah turnamen tertua di dunia, tidak gampang untuk menjadi juara.

Para juara dari Indonesia mulai dari Tan Joe Hok, Rudi Hartono, Liem Swie King, Ardy Wiranata, Hariyanto Arbi dan 30 tahun kemudian tahun ini atlet Indonesia meraih gelar juara.

"Perlu diingat Turnamen Olimpiade kerap terjadi hal di luar dugaan atau kejutan-kejutan seperti Olimpiade terakhir di Tokyo, tidak ada yang menyangka ganda putri kita Greysia Polii/Apriyani menjadi juara padahal tidak diunggulkan. Selalu ada misteri-misteri di Olimpiade maupun All England sehingga perlu diwaspadai," tambah pria yang akrab disapa Budi.

Achmad Budiharto yang pernah menjabat Sekjend PBSI menambahkan, bahwa waktu menuju Olimpiade Paris tinggal 3 bulan efektif, harus disiapkan dari sisi mental, fisik maupun teknik dan strategi permainan yang harus disempurnakan.

Masih terjadi para pemain kehilangan fokus, terlalu mudah kehilangan poin, ini yang harus dipelajari dan diatasi oleh pelatih dan tim. (Nak)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire