Kepala Bapanas sebut penurunan harga komoditas tidak bisa instan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut masih tingginya harga telur ayam di tengah harga jagung yang sudah turun dikarenakan telur yang dijual oleh pedagang masih menggunakan stok yang lama.

Elshinta.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut masih tingginya harga telur ayam di tengah harga jagung yang sudah turun dikarenakan telur yang dijual oleh pedagang masih menggunakan stok yang lama.
Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi di Istana Kepresidenan mengatakan, pihaknya memastikan bahwa harga telur ayam akan turun dalam waktu dekat namun memang penurunan harga komoditas pangan tidak bisa instan.
"Biasanya kan memang perlu proses penurunan harga bisa dalam waktu 3 minggu sampai 1 bulan. Produk pertanian itu engga bisa instan hari ini turun, besok turun, ada proses, karena kan perlu proses stok yang lama kan,” ujar Arief kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (19/3).
Sebelumnya Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas mengatakan, harga telur dan daging ayam masih tinggi karena peternak masih menggunakan pakan jagung yang mahal atau sekitar Rp8.000 per kilogramnya.
Zulhas mengatakan, harga telur ayam dan daging ayam akan segera turun karena saat ini bahan pakan ternak yakni jagung sudah masuk dalam musim panen.
"Harga jagung sudah turun ke angka Rp 4.200 hingga 5.200 per kilogramnya," ujar Zulhas.(HuB)